Jamuan musim semi dibubarkan lebih cepat malam itu. Hawa menegangkan yang ditinggalkan oleh penangkapan Gubernur Lin membuat para pejabat keluar dari aula dengan langkah tergesa, seolah takut bayangan kematian akan ikut mengejar mereka ke kediaman masing-masing. Namun, di dalam Paviliun Anggrek, atmosfer yang tercipta justru jauh lebih pekat—bukan oleh ketakutan, melainkan oleh gairah yang membara di antara dua penguasa yang baru saja menuntaskan satu perburuan.Pintu kayu jati tebal tertutup rapat dengan sentakan keras saat Chu Canglan mendorong tubuh ramping Shen Qingge ke dinding paviliun. Sebelum Qingge sempat mengucapkan sepatah kata pun, bibir tegas sang Kaisar telah mengunci bibirnya dalam sebuah ciuman yang teramat intens, menuntut, dan penuh dengan dominasi yang meledak-ledak."Canglan..." bisik Qingge di sela-sela ciuman mereka, napasnya memburu saat jemari kokoh Chu Canglan merayap naik, melepas mahkota phoenix giok hitam dari kepalanya hingga jatuh berdenting di atas lanta
Read more