Angin malam tepi sungai membawa ingatan Arjuna kembali ke masa-masa di mana koridor kampus masih menjadi saksi bisu dari awal mula benang kusut dimulai.Sebenarnya, Arjuna dan Satya adalah teman satu angkatan di fakultas yang sama. Hubungan mereka bisa dibilang dekat, tetapi untuk disebut sebagai sahabat yang saling berbagi rahasia, rasanya tidak.Mereka terlalu berbeda. Satya adalah tipe mahasiswa yang lebih banyak diam, dingin, perfeksionis, dan hanya bicara jika merasa perlu. Sementara Arjuna adalah kebalikannya, jauh lebih ekspresif, supel, dan mudah berbaur dengan siapa saja.Suatu siang di kantin fakultas yang ramai, Arjuna duduk berkumpul dengan gerombolan teman-temannya. Satya ada di sana, duduk di ujung meja sambil fokus membaca jurnal di tabletnya, sesekali menyesap kopi hitam tanpa gula kesukaannya.“Eh, kalian tahu nggak? Gue lagi ngincer adik tingkat,” celetuk Arjuna hari itu dengan mata berbinar-binar penuh semangat. “Dia adik kelas gue dulu pas SMA. Dan mungkin sudah ta
Dernière mise à jour : 2026-07-10 Read More