Rara masih terpaku di kursinya. Ucapan Satya beberapa menit lalu terus bergema di kepalanya, seolah enggan memberi ruang bagi pikirannya untuk memproses hal lain.“Aku nggak minta kamu langsung menerima pertunangan ini.”“Aku cuma minta kesempatan.”Hening tebal menyelimuti kabin mobil. Tidak ada satu pun dari mereka yang kembali membuka suara.Hingga akhirnya, Satya berucap tenang, “Masuklah, kita sudah terlambat. Kamu tidak mau aku menurunkanmu tepat di depan semua karyawan, kan?”Tidak ada desakan di setiap katanya, apalagi tuntutan atas sebuah jawaban. Tatapannya justru jauh lebih lembut, sama sekali tidak menyiratkan niat untuk memojokkan.Rara akhirnya turun dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata. Hanya ada gerakan pelan saat ia melepas seatbelt dan mendorong pintu hingga tertutup rapat lagi.Tidak lama, Satya kembali melajukan mobilnya menuju area parkir gedung. Pria itu bersikap tenang, seolah percakapan mendalam mereka tadi hanyalah bagian kecil dari rutinitas pagi yang si
Terakhir Diperbarui : 2026-07-21 Baca selengkapnya