“Mas, kamu kapan pulang? Bisa tidak satu malam saja ke Jakarta?” tukas Keyna agak manja kepada Bara di telepon.Dari seberang, terdengar helaan napas Bara. Nada suaranya datar, terukur, seperti sedang menghitung rugi laba. “Sayang, Aku tidak bisa bolak-balik Semarang ke Jakarta dan sebaliknya. Tiket pesawat pulang-pergi tiga juta rupiah. Sayang uangnya. Lebih baik dana tersebut aku alihkan untuk membeli susu, vitamin, dan kebutuhan kamu serta bayi kita nanti. Aku di sini juga bekerja, bukan berlibur. Jadi, aku mohon pengertian kamu. Nanti setelah selesai proyek. Kan kamu juga yang senang.”Bara melanjutkan penjelasannya. Proyek memang berjalan lancar, tetapi pencairan dana dari pemilik proyek baru mencapai sepuluh persen. Kondisi keuangan perusahaan sedang ketat. “Aku harus hemat sekali, Sayang. Ini semua demi masa depan anak kita. Aku harus rajin mencari uang sekaligus mengencangkan ikat pinggang. Kamu mengerti, kan? Yang penting transferanku
Read more