BRAK! Rosalynd terpaku ketika pintu kamarnya di dobrak paksa. Kenneth terpaku di ambang pintu. Ia mendekati Rosalynd dan mengabaikan Lily yang sedang bersujud takut. Dengan gerakan kasar, Kenneth menutup kotak kayu itu. "Siapa yang membawa benda menjijikkan ke kamarmu, Rosalynd?!" desis Kenneth dengan suara rendah penuh ancaman. Rosalynd berusaha mendongak. "Utusan dari Istana Barat yang memberikan ini pada saya, Yang Mulia." jawab Rosalynd rendah. "Dan kau hanya diam saja menerima barang menjijikkan ini?" tanya Kenneth tajam. Hening. Rosalynd tidak tau harus menjawab apa. Degup jantungnya masih tidak karuan. Namun, keheningan itu tak berlangsung lama. "Saya tidak punya kuasa untuk menolak hadiah dari Permaisuri Agung, Yang Mulia," respon Rosalynd sangat lirih. Mendengar jawaban yang tak memuaskan, Kenneth beralih pada Lily. "Singkirkan benda itu dari hadapanku, Pelayan!" Perintah Kenneth tegas. "Ba—Baik, Yang Mulia!" Suara Lily bergetar. Ia merangkak ma
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya