Rosalynd telah merapikan pakaiannya dan duduk tenang di sofa panjang serta mengabaikan rasa sakitnya. Kenneth sudah lama meninggalkan Paviliun bersama prajurit untuk mengurus pemberontakan darah di perbatasan Utara. "Jangan sentuh air ini, Nona," mohon Lily dengan wajah ketakutan dan membawa nampan berisi mangkuk teh herbal pemberian Istana Barat yang tadi ia sembunyikan. "Apa dayang senior membawa ini sebelum prajurit datang?" "Benar, Nona," respon Lily sembari meletakkan nampan itu di atas meja dengan tangan yang bergetar hebat. "Tadi katanya ini teh penyegar dari para tetua. Namun, aroma nya terlalu tajam, Nona. Saya takut Permaisuri Agung menaruh sesuatu di teh itu." Rosalynd perlahan bangkit dan mendekati meja dan menghirup aroma yang menguar dari mangkuk. "Ini bukan racun mematikan, Lily. Kakakku tidak akan sebodoh itu jika ingin membunuh selir kaisar secara terang-terangan." . "Lantas, apa isi dari cairan ini, Nona?" selidik Lily yang terlihat penasaran sekali
Terakhir Diperbarui : 2026-06-13 Baca selengkapnya