Wajah Viona makin membara hebat. Tenggorokannya seolah terkunci, namun gengsi tingginya menolak mati-matian untuk kalah di depan Reno."I-itu kan karena aku mabuk dan kena efek obat perangsang itu," tukas Viona cepat dengan suara bergetar, mencoba mencari celah untuk membela diri. "Aku gak sadar, Reno! Otak aku gak jalan! Jadi jangan samakan kondisi orang kena efek obat dan alkohol sama orang sadar."Reno terkekeh pelan, memiringkan kepalanya sedikit hingga hembusan napas hangatnya menyapu leher Viona."Ya, kata orang-orang sih, pas lagi mabuk gitu justru perasaan yang paling jujur yang keluar," bisik Reno tenang, tatapannya menyipit penuh godaan. "Apa benar begitu, Nona?""Nggak! Mitos itu. Ngaco." Viona gelagapan, matanya bergerak liar tak berani menatap manik mata Reno secara langsung. Ia buru-buru mendorong dada bidang Reno dan melangkah mundur, berusaha menciptakan jarak aman dari intimidasi fisik pria itu.Namun Reno tidak membiarkannya kabur begitu saja. Pria yang hanya b
Magbasa pa