Reno perlahan menarik napas dalam-dalam, berusaha menetralkan degup jantungnya yang sempat berpacu kencang. Dengan susah payah, ia menguasai diri dan memaksakan sebuah anggukan pelan, seolah-olah seluruh teka-teki itu kini sudah terpecahkan secara wajar di matanya."Ah... begitu ya," gumam Reno dengan nada sesantai mungkin, tersenyum tipis yang dibuat sealami mungkin. "Ya berarti emang beneran cuma kebetulan aja, Vi. Dunia ternyata sempit banget."Melihat respons Reno yang tampak begitu polos dan pasrah, kecurigaan Viona mendadak luruh. Bahunya yang tadinya tegang kini mengendur. Tidak ada wanita lain yang disembunyikan, atau kenalan wanita lain yang patut ia curigai dari ponsel pria itu. Semoga Lani yang mengusik pikirannya seharian ini benar-benar merujuk pada Lani sepupu jauhnya sendiri.Viona menghela napas panjang, mendadak merasa konyol dengan sikapnya sepanjang hari ini.'Ya ampun, Viona... kok kamu bisa-bisanya kekanak-kanakan gini sih? Sampai merajuk, ngunci diri di kamar, cu
Read more