Tangan Susan mulai nakal menelusup ke celana Danu yang kendor. Ia sepertinya sudah sangat pengen dengan Danu. "Hehehe. Maaf,” ledek Susan yang kemudian singkirkan tangannya dari pinggang Danu.Susan juga lepaskan pelukannya saat itu, ia beralih gandeng tangan Danu untuk ia bawa duduk di meja makan. Di sana ada makanan yang sepertinya enak sekali.“Mas, Susan tadi masak sama ibu di rumah. Mas cobain, ya?” tawar janda cantik itu.Kotak bekal dibuka, dan memang ada makanan yang istimewa di dalamnya. Danu seperti aneh melihat makanan itu.“Mas, ini enak, loh.” Susan dekatkan makanannya pada Danu untuk dicicipi.“Ini, terbuat dari apa, Neng? Pakde belum pernah lihat,” tanya Danu.“Oh, ini makanan Daerah Susan. Cobain, ya?” Susan keluarkan itu di piring bersama nasi yang sudah ia sajikan sejak tadi.Danu memang sangat lapar karena tadi lupa makan. Setelah bersama nasi, ia mulai terbiasa dengan tekstur dan rasanya dari makanan itu.“Enak, kan?” tanya Susan lagi, seperti sangat butuh validas
Baca selengkapnya