Mereka bertiga tiba di rumah makan yang menyediakan berbagai macam menu kambing. Danu terlihat bingung memesan menu, dan dua wanita itu justru terlihat senang sekali.“Pakde, kenapa?” tanya Susan padanya.“Ehm—”“Anu, Pakde punya darah tinggi, Kak. Takutnya ada kolesterol juga, jadinya agak takut untuk makan menu di sini,” celetuk Lily yang menjawab keduanya.“Oh, ya ampun. Maaf, Susan tidak tahu!” Janda cantik itu terlihat tak enak hati dengan apa yang Lily katakan barusan.“Udah, ngga papa. Kalau cuma sedikit, ngga akan terlalu ngaruh. Lagian, pemicu darah tingginya udah ngga ada.” Danu nyeletuk, dan kedua wanita cantik itu langsung menoleh kearahnya bersamaan.“Loh, kok kaget? Kan memang, udah ngga ada biangnya. Jadi, aman kalau Cuma makan tongseng berapa potong aja,” jawab Danu.Lily mencatat pesanan mereka, tak lupa dengan jus timun untuk Danu sebagai penetralisir darah tinggi jika kumat nanti.“Biar Lily aja yang pesen,” ucap Lily yang ambil alih buku menu itu.“Oke, makasih, ya
اقرأ المزيد