"Pakde, di mana?" panggil suara itu lagi.Lily segera menyingkir dari tubuh Danu, dan Danu segera duduk menghembuskan napas dengan tubuh yang mendadak panas."Ahaaa! Ketemu!" Suara itu rupanya dari Ane, yang langsung tersenyum lepas ketika Danu ia temukan.Gadis itu berlari dengan begitu gemoy, segera duduk di samping kiri Danu karena Lily di sebelah kanan. Ia langsung menempel pada Danu, menatap keduanya dengan mata penuh curiga."Ane kenapa?" tanya Lily."Kalian, ngapain?" Ane justru balik bertanya."Kami tadi bakar sampah yang sudah menumpuk, sekalian bakar beberapa bekas baju bude. Tadi, masa kami nemu-"Mulut Lily langsung dibekap oleh Danu dengan telapak tangannya yang besar.Lily yang kaget itu langsung pukuli tangan Danu, takut kehabisan napas. Lagipula, kenapa Danu takut sekali Lily bahas benda tadi."Nemu apa, Kak? Pakde, nemu apa?" Ane semakin penasaran, apalagi Danu terlihat gugup seperti menyembunyikan sesuatu."Oh, ngga papa. Pakde sama Lily, ngga ada nemu apa-apa, kok.
اقرأ المزيد