Danu memilih untuk duduk di kursi kayu tempatnya biasa santai. Tapi untuk sekarang, jelas ia tidak dalam keadaan yang santai.Pria itu duduk menyendiri di sana, menarik napas beberapa kali untuk mengosongkan isi dada yang bergemuruh sejak tadi.“Andai bukan karena dua gadis yang mendadak keluar dan membantu, mungkin sudah terjadi sesuatu yang lebih parah dan di halaman sudah banyak lelehan darah.”Danu sudah berusaha menjaga emosi sekuat mungkin selama ia bisa. Beruntung sekali dirinya, ketika memiliki mereka semua yang selalu bisa maju menjadi garda terdepan untuk hal ini.Sejurus kemudian, Danu meminta mereka pergi, sebelum para tetangga datang dan kabar semakin buruk.Usai suasana kos kembali sunyi setelah kepergian dua pemuda tadi, Danu lalu duduk di depan kos, menyalakan Surya 12, kemudian mendongak.Keadaan sudah begitu sepi dari lalu lalang kendaraan.“Tetangga, denger nggak ya, keributan tadi. Kalau iya, pasti malu sekali. Mereka juga akan terus bahas sampai besok, apalagi kal
اقرأ المزيد