Pintu besi kamar bawah tanah itu terbuka dengan bunyi derit yang berat. Aku tersentak di atas ranjang beludru hitam, membuat rantai perak di kakiku bergemerincing nyaring.Tiga sosok Alpha melangkah masuk melintasi kegelapan ruangan yang remang-remang. Xavier, Julian, dan Bastian berdiri di depanku tanpa mengenakan pakaian atas.Otot-otot dada mereka berkilat tebal oleh keringat, memancarkan dominasi yang langsung menindas. Udara di kamar sempit ini mendadak berubah menjadi racun yang mencekik seluruh sarafku.Feromon kayu bakar milik Xavier, peppermint dingin milik Julian, dan kulit hangat milik Bastian menyatu secara paksa. Tekanan biologis itu mengunci jalur napas hingga rongga dadaku terasa sesak menyiksa."Jangan mendekat!" teriakku sembari menarik kakiku sekuat tenaga ke sudut kasur.Bastian menatapku dengan sepasang mata emas yang berkilat liar oleh gairah. "Aku tidak bisa menahannya lagi, Alana," geram Bastian dengan napas yang memburu sangat kasar.Julian melangkah di samping
Magbasa pa