Namun, sebelum Jali sempat menghirup rokoknya kembali, Bayu sudah melesat. Dalam hitungan detik, gudang itu berubah menjadi arena kekacauan. Bayu tidak bertarung seperti preman, gerakannya efisien, terukur, dan mematikan. Pukulan dan tendangannya tepat sasaran, seolah-olah ia sedang memindahkan barang di gudang dengan tenaga ekstra. Dalam waktu kurang dari lima menit, semua anak buah Jali mengerang di lantai. Jali, yang kini berdiri gemetar, mencoba meraih golok di balik pinggangnya, tapi Bayu lebih cepat. Ia menendang tangan Jali hingga golok itu terlempar jauh, lalu mencengkeram kerah baju sang preman dan menghantamkan punggungnya ke dinding gudang dengan bunyi 'gedebuk' yang cukup keras."Aaaarhggghhhhhh!"Jeritan bang Jali membelah langit malam, sementara Bayu hanya tersenyum sinis padanya. Meski sekarang dia cuma seorang sopir, jangan salah, di kampungnya, Bayu adalah seorang jagoan bela diri. "Dengar, Jali," Bayu mendekatkan wajahnya ke telinga sang preman, suaranya berbisik
Read more