Angin malam di Gunung Qinglong kian menderu, membawa aroma lembap dari tanah yang bercampur dengan bau anyir darah yang kian pekat. Kabut tebal yang menyelimuti lereng gunung bergulung-gulung, seolah-olah ikut tegang menyaksikan sudut tebing yang terisolasi itu. Di bawah, gadis berpakaian hanfu ungu bernama Mu Qianxue—penerus terakhir dari Sekte Obat Suci—merasakan napasnya kian memendek. Setiap kali dia menghirup udara, dadanya terasa seperti dibakar oleh duri-duri es. Tubuh Ilusi Sembilan Jiwa miliknya, yang belum sepenuhnya terbangkitkan, justru menjadi beban berat ketika meridian tubuhnya tersumbat oleh racun dari lawan.Tiga tetua dari Sekte Awan Darah tidak terburu-buru melakukan serangan mematikan. Mereka bergerak melingkar seperti sekelompok serigala yang sedang mempermainkan mangsa yang sekarat. Pria paruh baya di tengah, Tetua Mo, yang memiliki codet panjang di dahi kirinya, tertawa rendah. Suaranya yang serak bergema di antara pepohonan bambu, menciptakan ilusi optik
Last Updated : 2026-06-22 Read more