Share

BAB 21

Author: MasYB
last update publish date: 2026-06-22 20:00:41

Pagi berikutnya, Kota Jiangnan kembali disibukkan oleh rutinitas metropolitan yang bising. Di lokasi proyek pembangunan gedung Su Group, debu-debu semen kembali beterbangan di bawah sorotan matahari yang kian meninggi.

Chen Fan berdiri di sudut area fondasi, memegang sekop besi dengan pakaian kuli kusamnya yang penuh noda. Wajah tampannya kembali tersembunyi di balik topeng keluguan Xiao Chen. Namun, ada yang berbeda pagi ini. Setiap kali dia mengayunkan sekop, aliran energi Qi di dalam t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 61

    Fajar menyingsing di langit ibu kota dengan sapuan warna merah darah yang mengerikan di ufuk timur. Kabut pagi yang tebal berputar-putar di sekitar gerbang besi setinggi lima meter milik kediaman megah Keluarga Zhao. Keheningan yang tidak wajar menyelimuti seluruh area Distrik Naga Utara. Tidak ada kicau burung, tidak ada suara kendaraan fana yang melintas; hanya ada aura ketegangan yang begitu padat hingga sanggup membuat manusia biasa sesak napas.Di dalam pekarangan luar kediaman, tiga sosok pria paruh baya mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman sebilah pedang perak di punggung mereka berdiri melayang samar beberapa sentimeter di atas permukaan rumput. Mereka adalah tiga Utusan Pedang dari Klan Pedang Surgawi wilayah utara—Utusan Satu, Dua, dan Tiga—yang semuanya telah mencapai puncak Ranah Transendensi Fana Tingkat 6. Hawa pedang (Sword Qi) yang memancar dari tubuh mereka begitu tajam hingga memotong helai-helai daun yang jatuh sebelum sempat menyentuh tanah.

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 60

    Matahari kian meninggi di atas langit ibu kota pusat, memancarkan sinar benderang yang kontras dengan kabut ketakutan yang kini mencekik leher para penguasa kota. Eksekusi mati Marsekal Lu di tengah lapangan upacara markas militernya sendiri, disusul dengan pengambilalihan instan Komando Sektor Barat oleh Pasukan Bayangan Naga, menjadi pukulan telak yang meruntuhkan sisa-sisa kewarasan klan bangsawan kuno. Jaringan pertahanan modern dan hukum fana yang selama ini menjadi tameng absolut mereka, terbukti pecah berkeping-keping di bawah injakan kaki Chen Fan.Siang itu, di dalam aula pertemuan tersembunyi di bawah kediaman megah Keluarga Zhao—salah satu dari tiga klan bangsawan agung yang mengendalikan sektor perbankan dan pasokan energi nasional—suasananya dipenuhi kepanikan yang luar biasa. Aula yang dilapisi marmer putih dan pilar-pilar berlapis emas itu biasanya menjadi tempat pesta mewah para elit. Namun kini, ruangan itu berubah menjadi ruang rapat darurat yang bising ol

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 59

    Kompleks Komando Militer Sektor Barat ibu kota berdiri bagaikan benteng baja yang tak tertembus di balik perbukitan granit kelabu. Dikelilingi oleh pagar kawat berduri tiga lapis yang dialiri listrik tegangan tinggi, serta menara pengawas yang dilengkapi senapan mesin kaliber berat, markas pribadi Marsekal Lu ini dirancang untuk menahan gempuran perang konvensional skala penuh.Di dalam ruang strategi bawah tanah benteng tersebut, atmosfernya mencekam. Layar monitor raksasa yang terpasang di dinding hanya menampilkan sinyal statis abu-abu. Tiga titik hijau yang merepresentasikan jet tempur siluman dan dua titik helikopter serbu Thunderbolt kebanggaan divisi perbatasan mendadak lenyap dari radar pemantau semenit yang lalu.Marsekal Lu, seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan seragam militer hijau tua bertabur bintang emas di pundaknya, mencengkeram tepi meja komando hingga buku-buku jarinya memutih. Wajahnya yang tegas kini dipenuhi guratan kecemasan yang mendalam.

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 58

    Gemuruh mesin helikopter taktis hitam milik Tianlong-Su Group membelah keheningan fajar di atas Pegunungan Shanhai. Di dalam kabin, atmosfer terasa sangat tenang namun sarat akan tekanan spiritual yang tak kasat mata. Chen Fan duduk bersila dengan mata terpejam. Mantel abu-abu gelapnya berbau samar hawa es gua, namun di balik kemeja hitamnya, sirkulasi Dantiannya telah bertransformasi total.Cairan spiritual yang tadinya mengalir bebas di Tingkat 6, kini telah mengental dan membentuk fondasi pilar emas setengah langkah Foundation Establishment. Setiap kali napas raga Chen Fan berembus, molekul udara di dalam kabin helikopter seolah-olah bergetar, tunduk pada resonansi energi naga yang kian mendekati kesempurnaan ranah atas.Di depannya, Su Qingxue duduk dengan takzim. Rona wajahnya tampak sangat segar, memancarkan aura Yin murni yang kian matang setelah menjadi media penyaring obat spiritual semalam. Jemari lentiknya dengan cekatan menggeser beberapa dokumen intelijen di lay

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 57

    Hening yang mencekam seketika mengunci pelataran batu es di depan mulut gua. Serpihan kapak baja milik Tetua Tujuh yang hancur masih berdenting pelan di atas batuan beku, sementara jasad pria kekar itu tertanam di dalam dinding tebing dengan kondisi tulang yang remuk total. Darah segar yang mengalir dari tubuhnya langsung membeku akibat hawa dingin ekstrem, menciptakan gumpalan merah tua yang kontras dengan putih murninya kristal es gua. Belasan murid dan tetua Sekte Tengkorak Hitam mundur selangkah secara serentak. Pegangan mereka pada senjata masing-masing mendadak melonggar karena telapak tangan yang dibanjiri keringat dingin. Di dunia kultivasi sesat wilayah barat daya, Tetua Tujuh adalah monster berkekuatan fisik luar biasa yang sanggup membelah kereta baja dengan kapak kembarnya. Namun di hadapan pemuda bermantel abu-abu ini, dia tewas hanya dalam satu gerakan santai. Master Sekte Mo mencengkeram tongkat kayu berkepala tengkorak bayinya hingga ur

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 56

    Tubuh-tubuh mereka meluncur membelah kepekatan kabut merah keunguan bagaikan meteor yang jatuh dari langit malam. Di bawah perlindungan kubah energi emas murni yang diciptakan oleh Chen Fan, gesekan udara dengan partikel korosif lembah menciptakan suara mendesis yang konstan, melontarkan percikan api spiritual ke segala arah.BRUK! BRUK!Chen Fan mendarat terlebih dahulu dengan sangat ringan di atas tanah lembah yang becek dan berlumut hitam. Sepatu bot kulitnya sama sekali tidak menimbulkan cipratan lumpur. Sesaat kemudian, Su Qingxue mendarat dengan anggun tepat di sisi kanannya, disusul oleh Long Yi dan sepuluh petarung Pasukan Bayangan Naga yang langsung membentuk formasi lingkaran taktis dengan senjata api laras pendek yang telah dimodifikasi menggunakan peluru inti perak.Suasana di dasar Lembah Kabut Darah jauh lebih mengerikan daripada yang terlihat dari atas jurang. Udara di sini terasa sangat pekat, pengap, dan berbau amis seperti darah busuk yang telah mengend

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status