Kringgg... Bel masuk berbunyi nyaring, menandakan jam pelajaran berikutnya telah dimulai. Namun, fokusku sudah menguap entah ke mana. Di baris kursi belakangku, Nicholas menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan senyum misterius yang tidak pernah lepas dari wajahnya. Tatapan matanya yang intens terus mengunci punggungku, seolah-olah dia sedang menelanjangiku. Gue penasaran, lo sebenarnya seliar apa, Sya? batin Nicholas, semakin tertarik pada gadis berkacamata tebal di depannya. Sebuah ide gila mendadak melintas di kepala Nicholas. Dengan gerakan santai, ia merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel, dan membuka aplikasi WeChat. Jemarinya dengan cepat mengetikkan sebaris kalimat provokatif pada akun Gabriel. "Aku kangen kamu. Aku ingin menampar pantatmu yang seksi, babe!" Nicholas menekan tombol kirim, lalu melipat tangannya di atas meja, mengamati reaksi Asya dengan binar mata yang berkilat. Bzzzt. Ponsel yang kusembunyikan di bawah laci meja bergetar
Terakhir Diperbarui : 2026-07-16 Baca selengkapnya