Pukul 07.30 pagi, Bang Rey dan Alif sudah menunggu di depan rumah dengan mobil Ayah. Bang Rey mengenakan jas abu-abu, membawa map tebal dan sebuah flashdisk. Wajahnya tenang tapi sorot matanya tajam. Alif memakai kaos hitam. Rahangnya mengeras, jelas menahan emosi."Bu Ririn, Ibu tunggu di rumah saja, ya," kata Bang Rey pelan. "Mengurus rekam medis dan meminta salinan CCTV rumah sakit tujuh tahun lalu prosesnya rumit. Jika Ibu ikut, Ibu bisa drop lagi. Denis di sini membutuhkan Ibu."Aku mengangguk sambil menggendong Denis yang masih mengantuk di bahuku. "Baik, Bang... Hati-hati di jalan. Alif, jaga Bang Rey."Alif berbisik di telingaku sebelum masuk mobil. "Kak, tenang. Kita akan mencari jejak kakak atau adik Denis. Jika ada, kita akan membawanya pulang, Kak."Mobil Ayah melaju keluar gerbang. Aku berdiri di teras, menatapnya sampai tidak terlihat lagi di ujung jalan. Dadaku sesak seperti diremas. Ya Allah... berikan aku kekuatan..
Terakhir Diperbarui : 2026-07-08 Baca selengkapnya