Pukul 11.00, sidang dimulai. Ruang Sidang 2. Hakim yang sama seperti saat sidang hak asuh Denis dulu. Wajahnya teduh, tapi sorot matanya tegas. Dafa duduk di kursi pesakitan, mengenakan baju oranye tahanan. Wajahnya pucat, matanya merah seperti kurang tidur berhari-hari. Bu Sinta duduk di sebelah pengacaranya, kepala menunduk dalam. Maya tidak datang. Katanya "sakit". Rey, Alif, Bidan Sri, aku, Denis, dan Azka duduk di kursi penggugat. Azka duduk di sampingku, jemarinya menggenggam tanganku erat. Denis duduk di sebelah, lengan kanannya memeluk Azka dari samping, seperti perisai kecil. Hakim membuka map tebal di hadapannya. "Sidang penetapan hak asuh dan gugatan penipuan penukaran bayi, Ny. Ririn Riadi melawan Dafa Wibowo. Saya akan membacakan hasil DNA dari Laboratorium RS Hasan Sadikin." Seluruh ruangan hening. Hanya terdengar detak jam dinding. Azka mendongak, berbisik ke telingaku. "Mamah, DNA itu apa, Mah
Terakhir Diperbarui : 2026-07-12 Baca selengkapnya