Perjalanan Waktu Nona Pewaris
Dia berkata dengan nada dingin, “Kamu berani menyentuhku? Apa kamu tahu siapa aku? Percaya nggak ….”
Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Arif memegang dagunya dan memandangnya dengan ekspresi merendahkan, “Hei, kamu pikir kamu bisa membuatku takut hanya dengan mengatakan itu? Kalau aku ketakutan hanya karena itu, bagaimana aku bisa bergaul di Kota Jenela ini?”
“Anto.” Kak Arif memberi isyarat. “Lakukan.”
인기 회차