Sentuhan Panas Sahabat Pacarku
Ana tumbuh dengan perut sering lapar, tubuh kurus, dan tatapan iri pada anak-anak lain yang bisa sekolah dengan seragam rapi.
Sementara itu, setiap kali ibunya menatap wajah Ana, ia hanya bisa menangis.
Bukan karena menyesal telah melahirkannya, melainkan karena tak sanggup memberi kehidupan yang layak. Di kala sakit, ibunya sering berbisik,
“Nak… kau tidak salah. Yang salah itu ayahmu. Dia hidup bahagia… sementara kita menderita. Suatu hari nanti, kau harus menuntut hakmu. Jangan biarkan semua ini sia-sia…”
인기 회차