Pengantin Tanpa Malam Pertama
Ia justru duduk bersila di rumput yang jaraknya sekitar dua meter dari Ardina, sambil memegang sebuah robot kayu berwarna biru—robot yang kemarin dijanjikan.
“Dina, lihat. Robotnya haus, mau minum di dekat kolam,” ucap Rayyan bicara pada robotnya sendiri, mengabaikan Ardina sejenak. “Tapi robotnya takut kalau jalan sendiri, nggak ada temannya.”
Ardina berhenti sesenggukan. Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Ia melangkah satu-satu, sangat pelan, mendekati Rayyan.