Tunanganku Menyesal Setengah Mati
"Kamu masih sempat menyesal sekarang! Berlutut dan mohon padaku, mungkin aku akan mempertimbangkan keluargaku untuk nggak ikut campur, paling-paling dia hanya masuk penjara."
Melihat wajahnya yang penuh keyakinan itu, aku merasa muak.
Aku tak sanggup menyaksikan Alex diborgol. Karena aku terus meronta, pergelangan tanganku tergesek aspal hingga berdarah, membasahi lantai.
Alex yang sejak tadi diam, tiba-tiba mengerutkan alisnya. Dia menatapku dan berkata, "Berhenti, jangan meronta lagi."