여기 apa itu pervert와 관련된 51개의 소설이 있습니다. 일반적으로 apa itu pervert와 같은 이야기는 Romansa, Fantasi 및 Rumah Tangga 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...부터 시작해보세요!
Membayangkan betapa sexy saat tangan kekar itu menyentuh tubuhnya.
''AKH, astaga! Kenapa Aku jadi pervert gini, sih?! Hahh,'' Ucap Erina dalam hati saat ia membayangkan sesuatu hal pervert yang tiba-tiba melintas di fikirannya, pipinya pun bersemu merah.
“Hei, tutup mulutmu atau Aretha akan merobeknya!” Aretha La Devante menyentak seiring dengan wajahnya yang berubah tegang.
Dia tak menyangka bahwa sang rekan berani bicara buruk tentangnya.
“Mengapa? Apa kau terkejut karena aku mengetahuinya?!” Perempuan di hadapannya membalas sengit. “Asal kau tahu, Aretha. Kami semua sudah hafal dengan kebusukanmu dan sangat muak menahan segalanya. Jangan kau pikir hanya dengan menjadi kesayangan agensi, kami akan tunduk padamu! Jika kau menjual tubuh hanya untuk mendapat sponsor, maka artinya kau lebih rendah dari seorang pelacur!”
Ia pun menghenyika kegiatannya.
"Kepo! Dia simpananku, cepat rubah penampilannya. Buat dia layaknya bos!" ujar Maira asal.
"What! Mulutmu itu ya Beb," lelaki yang sering di panggil Boby itu menoel bibir Maira.
"Nggak percaya? Benarkan sayang ...," Maira mulai memainkan perannya di hadapan Boby. Ia melingkarkan tangannya di lengan kekar Ezhar.
dan semua kenikmatan manis yang pernah dia berikan padaku di balik pintu tertutup.
Melihat toko itu, aku benar-benar ingin berhenti dan masuk untuk membeli satu untuk diriku sendiri. Tapi dengan si pervert ini di dekatku… “Tidak, itu ide buruk. Dia pasti senang kalau tahu aku ini freak. Siapa tahu… dia mungkin malah memanfaatkan kesempatan untuk bercinta denganku langsung di dalam toko itu. Toh, itu toko porno. Ya Tuhan!”
kata Vernon, berusaha keras untuk tidak meninggikan suaranya.
“Kau menyewaku sebagai pembantu dan pelacur pribadimu. Kamu ingin mencoba bagaimana rasanya **memperkosa** iparmu sendiri.” Chloe menyatakan, membuka semua kata-kata kasar dan tindakan yang dilakukan Vernon untuk merendahkan dirinya.
“Kamu melihatku sebagai objek untuk memuaskan rasa ingin tahumu, dan aku melakukannya dengan sukarela karena aku ingin meninggalkan kota ini dengan putriku. Itu saja, Vernon Phoenix Gray!”
senyum kecil dan sinis terbit di wajah Reymon tanpa merasa bersalah sedikitpun.
“Aku memiliki klup malam , hal sperti mnejadi bagian dari dunia malam,banyak klienku yang terjebak dalam dunia malam karena jebakan seperti portitusi online, aku terkejut ketika kamu menawarkan keperawanan Nazha di aplikasi portitusi online,” jelas Devon.
“Ha..ha….jika kamu sudah tahu semuanya kenapa kamu menginginkannya,“
“Jika kau ingin melarikan diri, kusarankan kau melarikan diri ke daerah perkumuhan utara ibu kota.”
Aku tanpa berpikir berkata seperti itu. Verion menatapku tajam karna dia mengetahui daerah apa itu.
Itu adalah daerah prostitusi. Walaupun Verion bukanlah pendeta sejati, tapi dia menjalani hidup sebagai orang suci itu selama bertahun-tahun.
“Aku lebih tertarik daerah perkumuhan tenggara.”
Aku memiringkan kepala.
“Kenapa?”
Halo saya Viens, saya usahakan dua hari update sehari libur. kalau tidak ada kendala mungkin bisa update setiap hari. terima kasih karena telah membaca perjalanan Akion sampai sejauh ini. terima kasih banyak atas masukannya
malapalas
BACA novel berjudul :FREL.
Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
“Orang-orang di sini tidak peduli memakai baju merek apa. Yang penting senang.”
Kami berjalan menyusuri lorong penuh stan makanan. Aku membeli sate sosis pedas dari gerobak yang terlihat tidak higienis, tapi aromanya memaksa moralitasku untuk diam. Verena membeli permen kapas biru sebesar kepalanya dan menyodorkannya padaku.
“Ini, makanlah. Supaya auramu tidak terlalu seperti CEO.”
Aku menggigit permen kapas itu pelan. “Aku tetap CEO. Bedanya, malam ini CEO itu lagi libur.”
"Pergi, Dam. Ba
wa semua rahasiamu keluar dari ruko ini.
*
"Aku memang bersalah karena memulainya dengan cara yang salah," Adam meraih jemari Areta yang dingin, meskipun Areta mencoba menariknya. "Tapi tolong bedakan antara 'sandiwara' dan 'perasaan'. Aku jadi asistenmu bukan untuk menertawakanmu. Aku jadi asistenmu karena di butik ini, aku merasa menjadi Adam yang sebenarnya, bukan Adam yang harus memakai topeng setiap hari di depan pemegang saham."