Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mr Genius

Mr Genius

Bisik Arthur di dalam hatinya. "Larmina, aku tak bisa lama. Ini ambillah untukmu , sesuai janjiku untuk bayi di dalam perutmu. Semoga persalinanmu lancar dan kehidupan selanjutnya akan lebih baik dari saat ini. " Ucap Arthur datar sembari menyerahkan uang dengan jumlah nominal yang besar untuk Larmina. *FLASHBACK OFF* #bersambung ---------------- Kamus : AI : Artificial Intelegence (Kecerdasan buatan)
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai arti delayed
Baca
+Pustaka
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

“Bukan, saya Bennedict. Cantika tidak masuk kantor, nomornya juga tidak aktif. Apa ... Anda tau di mana Cantika?” Lama, Arita tidak merespons. Hanya memandangi mereka satu persatu dan berakhir kembali menatap Ben. Tatapannya memang tak pernah ramah, namun kali ini sorot matanya jadi lebih nyalang ketika menatap Ben. “Kamu ... bajingan itu?” Suara parau Arita sangat pelan sehingga tiga orang lainnya yang berada di ruangan itu tidak yakin dengan apa yang barusan mereka dengar.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai arti delayed
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Berjalan seorang diri di tengah-tengah hutan dan menemukan pria bermata ungu itu sedang memandangi langit yang dihiasi oleh tarian Aurora berwarna senada dengan mata Aquilla. Aku mendekat ada Aquilla ketika berhasil menemukannya sedang berdiri mematung di tepi bukit, memandang ke atas langit yang bertabur bintang dan juga sebuah Aurora ungu sedang menari-nari di atas sana. Tariannya memanjakan mata, mengundang decak kagum dari orang-orang yang menyaksikannya jika di sini ramai dipenuhi oleh sekumpulan manusia.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai arti delayed
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Arthur Gardner

Sang Penguasa Arthur Gardner

Wajah profesionalnya kembali terpancar. "Saya ingin mengucapkan terima kasih lagi atas kesempatan yang Tuan Gardner berikan. Saya akan berusaha keras agar tidak mengecewakan mereka yang telah membantuku mencapai mimpi dan tujuan ini." Sylvia tersenyum membungkuk, lalu duduk. Disambut tepuk tangan dari semua orang di ruangan. Perkenalan berlanjut ke Fan Tian, seseorang yang telah menciptakan teknologi Artificial Intelligence. Walaupun dia seorang pemuda yang tidak banyak bicara, namun dia juga berhasil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Arthur.
1062.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai arti delayed
Baca
+Pustaka
Utari

Utari

Dia mulai melihat sekeliling. "Ini dimana? Ini rumah siapa? Bagaimana bisa aku berada disini? Bapak... Ibu...." panggil Utari lirih. "Penyamaranku?" ucap Utari sambil berlari kedepan cermin yang menempel di dinding. Dilihatnya wajah dan tubuhnya yang masih hitam legam bagai orang keturunan Afrika. "Riasanku masih sempurna. Syukurla..." cakap Utari sambil mengelus dadanya. "Aku tidak akan pernah melepaskan riasan ini, aku janji."
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai arti delayed
Baca
+Pustaka
Suara Desahan Di Kamar Iparku

Suara Desahan Di Kamar Iparku

Apa kita bisa bertemu sekarang? Begitulah bunyi pesan yang dikirimkan oleh Arita. Akan tetapi hal mengecewakan terulang kembali. Pesan itu hanya centang satu berwarna abu-abu. Bahkan, kali ini nomor tersebut sudah tak memiliki foto profil. Ya, nomor milik Arita sudah diblokir oleh sang pengacara gadungan itu.
9.61.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45.9K kali sebagai arti delayed
Baca
+Pustaka
ARTUR

ARTUR

Dan tuan Arfan menganggapku adalah orang itu dan masa keemasan ini akan segera berganti dengan kemunduran yang pesat karena itu pula tuan Arfan mengangkatku sebagai murid nomer satunya dan mengajarkan semua yang dia ketahui padaku. >> Tuan Arfan melihat batu yang di bentuk sedemikian rupa sebagai penunjuk waktu yang mengandalkan sinar matahari jam sudah menunjuk pukul sembilan tapi Artur tak juga bangun. Walau tuan Arfan adalah seorang pejuang dan seorang yang berilmu tinggi namun dia seorang yang sangat lucu dan suka bertingkah sembrono. Karena tau sudah siang namun Artur belum bangun dia menyuruh semua muridnya berkumpul dan masuk ke kamar Artur untuk berakting sedih seakan-akan Ken sudah
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai arti delayed
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status