Ujung Senja
“Dayu maksud Akak? Dio anak buah Bang Asman, Kak. Kalau tak ada dio, Era tak yakin jenazah Bang Asman bisa dibawa ke sini.”
“Akak tengok dio menatap engkau terus, Ra. Macam suko pulak.”
“Ish, apolah Akak ni. Budak kecil lagi tu, Kak.”
“Heh, bebual kejo engkau, Num. Tak sudah-sudah masak.” Bang Arham muncul dari dalam. Sebuah handuk terkalung di lehernya.
“Bebual malah makin semangat kejo, Bang. Ya, kan, Ra?”
Bab Populer