Rahasia Bunga Kampus
Kakiku memang indah, halus dan putih, sepuluh jari kakiku dicat dengan cat kuku berwarna ceri, seperti deretan kerang kecil.
Pernah ada pria yang berkata, kakiku membuatnya teringat dengan giok yang disimpan di museum.
“Kakimu ….” Suara Dokter Samuel tegang. “Sangat cantik.”
Gelombang panas mengalir ke perut bagian bawahku.
Aku tanpa sadar berkata, “Mau … Mau menyentuhnya?”
Setelah mengatakannya aku langsung menyesal.
Terlalu terang-terangan, sama sekali tidak seperti perkataan yang seharusnya dikatakan oleh seorang mahasiswi yang polos, namun karena sudah terlanjur, malah membuatku menantikan reaksinya.
Bab Populer