Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menghujani kedua pipi. Pagi ini hujan menyapa kota Barabai. Mendungnya seakan menggambarkan isi hatiku yang terasa kelabu. Karena kepergian Mas Adry. Bukan karena kepergiannya, melainkan cara kepergiannya. Seakan hati kami tak pernah bersinggungan. Kulangkahkan kaki dengan gontai menuruni anak tangga kantor dari ruang kasir ke parkiran. Hendak menyetor uang setoran sales yang sudah beres kuhitung. Aku lupa tak membawa payung.
103.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 108 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Gairah Membara Paman Tunanganku

Gairah Membara Paman Tunanganku

Isi otaknya berhenti bekerja selama beberapa detik. “A… apa?” suaranya bahkan nyaris tidak terdengar. Clara tersenyum lebar melihat keterkejutan itu. “Aku akan menjadi orang yang memuaskan dia, kau tahu maksudku, kan?” Serena mengerjap mencoba mencerna. Clara, gadis yang masih muda itu… bilang apa barusan? “Clara.” Suara Serena sangat kecil. “Kau sadar apa yang barusan kau katakan? Kau masih muda dan–”
1069.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.9K fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Kamu Milikku

Kamu Milikku

"Apa suara kakek sangat mengganggu?" "Aku sudah lama tertidur, sudah waktunya bangun," jawab Aarav dengan polos. "Sekarang aku ingin minum jus." "Ok, kakek akan membawamu." Hamza menggendong Aarav, lalu melangkah menuju dapur. "Kamu mau minum jus apa sekarang?" "Aku mau jus alpukat." Pada saat Aarav dan Hamza bercengkrama menuju dapur, Lolita menoleh pada keduanya . Dia menatap keakraban yang terjalin antara kakek dan cucu itu.
1033.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.3K fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

“Hamba... hamba bernama Nini, Gusti. Hamba hanya ingin mencari sisa beras untuk besok. Hamba lapar...” Seta memperhatikan dengan tajam. Matanya membaca ketakutan yang terlalu berlebih untuk alasan sekecil itu. Ia tahu, di istana, rasa takut seperti itu biasanya lahir dari rahasia yang lebih besar. “Beras bisa kau minta dari dapur siang hari. Mengapa harus malam-malam mengendap seperti maling?” Nini terdiam. Bibirnya bergetar, lalu matanya menatap ke arah tungku. “Hamba... hamba mendengar sesuatu beberapa malam lalu. Tentang Lira, Gusti...”
103.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 87 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Pikirannya kacau, masih terbayang senyum dingin Kesia dan tessen besi yang berkilau di kegelapan malam. ​Di atas sandaran kursi ukir di sudut kamar, Bara, si kakatua hitam endemik Papua, bertengger dengan angkuh. Jambulnya tegak, matanya yang cerdik mengikuti setiap pergerakan Emilia. Burung itu tampak sangat bersemangat, seolah-olah tumpukan koper di lantai adalah panggung pribadinya. ​"Pindah! Pindah! Moskow dingin! Hawaii panas! Krak!" seru Bara, memulai celotehannya.
10693 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 24 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Alverez

Alverez

Ia tidak lagi memiliki nama, tidak lagi memiliki tempat. Bara tersenyum tipis. "Aku bisa membantumu mendapatkan apa yang kau inginkan. Tapi pertama-tama, kau harus memberitahuku segalanya." Arga menoleh, menatap Bara dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Kenapa kau melakukan ini? Apa untungnya bagimu?"
1.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 39 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Suamiku, Nerakaku!

Suamiku, Nerakaku!

"Aku nggak mengganggunya." Sarah mendengus. "Masa? Para penculik itu pasti sangat kejam padamu, 'kan? Kudengar ada tongkat, cambuk, dan juga alat pengeriting rambut yang kamu bawa waktu itu. Pasti sangat sakit waktu kena kulitmu, 'kan? Mereka memberimu makanan basi. Anjing saja nggak mau makan itu, tapi kamu malah makan." Mataku terbelalak. Aku hampir tidak bisa berdiri. Hal yang paling tidak ingin kuingat malah diungkit oleh Sarah. "Gi ... gimana kamu bisa tahu?"
7.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 172 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Papa Baru untuk Anakku

Papa Baru untuk Anakku

“Mi, aku telepon bukan untuk minta uang.” [“Terus apa coba? Kamu kerjanya cuma nyusahin anak saya saja. Beda sama calon mantu saya si Bella yang sekarang. Sudah cantik, baik, mandiri, dan pastinya berasal dari keturunan yang sederajat sama kami.”]
1016.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 559 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
BATARI

BATARI

“Batari, dengar aku. Rasain telapak tangan kamu. Rasain lantai. Sebut tiga hal yang kamu lihat.” Batari berusaha. Ia memaksa dirinya menatap: lilin, retakan cermin, darah kering di buku jarinya. “Tiga,” Batari berbisik. Suaranya kembali sedikit “punya dirinya”. Lenka diam beberapa detik. Freya menyambar momen itu. “Bagus. Sekarang sebut dua suara yang kamu dengar.” Batari menelan ludah. “AC… dan… hujan jauh.”
10426 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 16 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Dia Milikku

Dia Milikku

ujar Sari. Bersambung
1.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 38 fois en tant que bara bara no mi
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
9
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status