Bisikan Tengah Malam
"Dia sudah terjerat dalam lingkar pesona kehidupan lain di rumah ini. Saranku, paksa saja dia untuk pindah. Ini tidak bisa ditawar lagi. Atau kalian akan kehilangan segalanya..."
Hendra tak menjawab, dia hanya menunduk. Keduanya kemudian kembali melangkah menaiki tangga untuk menuju lantai satu, karena Prana ingin segera pulang. Restorannya buka jam 9 pagi, dia ingin tepat sampai ke tempat itu kurang dari setengah jam tanpa diganggu kemacetan.
"Segera kabari, jika Mas Prana sudah bisa menerawang perkembangan kondisi rumah!" Teriak Hendra, sambil melambai dari jauh.