Bias Cinta
Cinta kembali mengulang pertanyaan, yang tidak dijawab oleh Bias ketika mereka masih berada di mobil.
“Tidur.” Bias hanya melirik sebentar pada Cinta, lalu segera memasuki sebuah outlet yang terkenal dengan kue dan produk cokelatnya.
Begitu sampai di dalam, ia berkeliling dengan perlahan. Memperhatikan semua makanan yang terbuat dari cokelat satu per satu. Saat melihat Cinta sudah ada di sampingnya, Bias pun berhenti.
“Kamu bebas pilih cokelat mana pun yang kamu mau,” ujar Bias jemawa. “Semua ini jelas lebih enak dan lebih mahal daripada pemberian kadepmu itu.”