Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BI-LA

BI-LA

“Lo sama Nata aja cakepan Nata. Tolong lo bercermin dulu, Gy.” Argy mendelik mendengar ucapan Lani. “Mba, kenapa sih hobi banget bully Argy?” “Lo emang bully-able.” Biru tak sengaja bertatapan dengan mata Nila membuat gadis itu senang, “Nah, kalau Biru mah sayang-able. Udah ya, gue gak tahan mau nyamperin suami.” “Calon, Nil! Calon!” Argy mengingatkan Nila tapi tampaknya gadis itu tak perduli.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai bly
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

“Ganteng iya, body ok, materi nggak usah ditanya, dan kata lo dia pinter, well behave. Jadi apa lagi yang lo cari?” “Cinta!” jawab Lily sambil berlalu ke kolam renang yang ada di samping villa untuk menenangkan diri. *** “Arla.” Rhea mengangsurkan dua take home pack sour sally frozen yogurt yang sering dibicarakan pegawainya. “Nih, dessert buat rame-rame.” “Makasih, Bu. Ini pasti gara-gara Desti dari kemarin rewel mau beli ini,” sindir Arla yang membuat Desti girang, bukannya malu.
1038.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bly
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Yotta tidak punya pilihan lain. Bersambung _
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai bly
Baca
+Pustaka
Bloody Revenge

Bloody Revenge

ulang Bu Elok melihat kedua guru baru di hadapannya masih terdiam. Farizka akhirnya angkat bicara, “Saya butuh data anak-anak pindahan, Bu, terutama anak blasteran. Untuk keperluan mading, artikel.” “Ya, untuk artikel, bagaimana anak pindahan blasteran bisa bersosialisasi dengan baik.” Angga menambahi. Semoga kali ini, kata-kata mereka cukup meyakinkan.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai bly
Baca
+Pustaka
Little Brother

Little Brother

Nyatanya dia tidak lebih dari seorang pecundang. "Kudengar kau menolak kerjasama dengan perusahaan B? Menurutku itu keputusan yang kurang bijak. Jika kau sudah melihat profil perusahaan B, seharusnya kau dengan senang hati bekerja sama dengan mereka. Tapi kenapa tidak?" ucap Kayla membuka tujuannya perlahan. "Mereka mengalami krisis finansial dan tidak memiliki apapun untuk investor percaya pada mereka," jelas Zen singkat.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai bly
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

balas Hagan tak mau kalah. Sejenak ruangan itu diisi oleh aksi saling mengejek dari Hagan dan Max. Liara hanya memilih menjadi pendengar dan sesekali tertawa geli. Kemudian, Biru, salah satu asisten di rumah itu datang. Membawa satu kantung belanjaan kepada Hagan. Benda itu Hagan berikan pada Liara. Ponsel dan juga pengisi daya cadangan. Pria itu tak ingin kejadian seperti kemarin terulang.
9.534.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bly
Baca
+Pustaka
BABY BLUES

BABY BLUES

Bersambung. .
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai bly
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status