Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RADANIA

RADANIA

ucap Bima "Nemenin apa nenenin hahahaha.." ledek Onil "Itu juga hahaha.." "Si Gladis, Fani, Fena, Feni, Rara, Roro, Rina, Rani, Jessi, Jena sama yang lainnya mau lo kemanain?" tanya Jefan "Buset Fan, ampe hafal gitu loh sama maenannya si Bima hahaha.." celetuk Onil "Bukan mainan bego! Mereka tuh ban serep gue hahaha.." ucapnya bangga
9.54.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Cinta dan Dilema

Cinta dan Dilema

Bu Mala buru-buru mengoreksi. Nana berlanjut mengobrol dengan ibu Nurmala, kelihatannya Nana suka berbicara dengan orang ini, karena baginya ibu Nurmala terlihat santai dan ramah. Setelah merasa sudah cukup seksi perkenalkan Nana langsung pamit ingin pulang. “Saya pulang dulu ya, Bu.” Pamit Nana. Saat ingin berbalik meninggalkan rumah tetangganya, terdengar seseorang memanggil dirinya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Benalu Rumah Tangga

Benalu Rumah Tangga

"Hahh..., Mas, aku sudah ngantuk," ucap Kyana. "Ya sudah, kamu pergilah tidur duluan, aku sebentar lagi nyusul." Kyana yang mengenakan daster kini melangkah masuk kamar. Tama melihat istrinya, dia sepertinya bosan dan merasa tidak tertarik dengan ajakannya. Tama kembali bersandar, dia merasa sudah tidak sabar menunggu hari esok, untuk mulai bekerja dan jumpa lagi dengan Bu Welas, seorang wanita yang sangat baik hati dan penolong.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Wanita Hina Bernama Nania

Wanita Hina Bernama Nania

“Baunya seperti ... “ “Obat nyamuk.” Bi Hanna tersenyum melihat ekspresi lucu Nania saat meminum teh yang ia buat. “Rasanya memang tak seperti teh biasa, tapi anda akan terbiasa dengan bau ini.” Mata Bi Hanna menatap Nania yang meminum dengan takut-takut. “Bagaimana rasanya?” Nania tersneyum. “Mulutku jadi wangi.” Di luar dugaan, respon Nania sangat baik.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

Keluar seorang perempuan elegan dengan setelan mahal, kacamata hitam besar, dan langkah percaya diri yang khas. “Bara!” Suara itu membuat Bara membeku di tempat. “Ya Tuhan...” gumamnya. “Mama.” Siska refleks menegakkan tubuh, setengah panik. “Bu Ratna?” “Bu Ratna,” Bara mengulang dengan nada pasrah. “Pagi-pagi begini, tanpa kabar, pakai sopir pribadi. Ini bukan kunjungan biasa, Sis.”
753 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Evelune menghela napas pelan, tapi kali ini ada sedikit senyum di wajahnya. “Kau terlalu banyak menebak.” “Biasanya tebakanku benar,” balas Alira santai. Beberapa saat kemudian, bel kecil di pintu depan berbunyi pelan. Seorang wanita tua masuk ke dalam toko dengan langkah hati-hati. Ia membawa keranjang kecil di tangannya. “Selamat pagi,” sapa Evelune dengan suara lembut. “Selamat pagi, Nona Evelune,” jawab wanita itu ramah. “Aku ingin membeli beberapa bunga kecil untuk makam suamiku.”
10510 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Pembalasan Berkelas untuk Mantan Suami Culas

Pembalasan Berkelas untuk Mantan Suami Culas

tanya Pak RT. Mendengar ucapan Pak RT, Nana terlihat menangis dengan air mata yang terlihat bercucuran. "Jangan, Pak RT. Saya mohon, jangan beritahu orang tua saya," ucap Nana dengan suara serak karena menangis. "Loh, kamu saja sudah berani berbuat mesum seperti itu. Harusnya, kamu juga berani menghadapi resiko apapun dong!" kata Bu RT sinis. Terlihat Bu RT begitu marah dengan Nana.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
PERSELINGKUHAN SUAMI DAN ADIK KANDUNGKU

PERSELINGKUHAN SUAMI DAN ADIK KANDUNGKU

ujar Nana geram. Next?
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Rasa Tanpa Batas Waktu

Rasa Tanpa Batas Waktu

"Daaaa... aku berangkat dulu ya Buk, Kak," Nana berpamitan dengan Ibu dan kakaknya sebelum masuk ke mobil Mila. "Hati-hati di jalan. Kalau udah sampai Bali, jangan lupa kasih kabar ke kakak kamu," pesan Bu Rasti. "Siap!" ucap Nana sembari bergaya hormat. "Jangan nakal di sana," Herga mengacak-acak rambut Nana.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

Dan mereka bercumbu di saat itu, ditemani senja yang kian indah terlihat. *** "Nana pulang," ucap Nana saat memasuki rumah. "Darimana kamu?" tanya Buk Risty kepada Nana. "Jalan Ma sama temen," jawab Nana. "Kemana?" tanya Ibu itu lagi. "Ya makan, jalan jalan Ma," kata Nana sembari berjalan ke arah kamarnya. "Tunggu. Mama belum siap bicara," kata Buk Risty.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bu nana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status