Rahasia Panas Cinta Terlarang
bisik Mauty lirih, air matanya semakin deras.
Dengan sisa tenaga, Mauty mendorong kursi rodanya menuju kamar. Kamar itu adalah milik Ali, yang kini harus ia tempati bersama.
Sementara itu, di dalam ruang bukunya, Ali mencoba mengalihkan amarahnya dengan membaca buku dan kitab-kitab. Hanya itu yang membuatnya lupa pada kekecewaan yang akhir-akhir ini menghantuinya.
Pandangan Ali jatuh pada sebuah hadits riwayat Al-Bukhari,