Wah apa-apan ini aku mencium firasat buruk yang akan terjadi padaku.
“Bimo...”panggilnya agak sedikit lembut seperti orang merayu.
“Hmm..”balasku malas.
“Aku boleh minta tolong kan?”
“Minta tolong apa nih?”tanyaku ragu.
“Rawat kucing gumush ini”menunjukkan tas kucing yang terdapat si kucing kecil di dalamnya ke arahku.
“HAH?”aku terkaget-kaget. Yaa jelas guys gimana tidak kaget ini tak terduga dan beban sekali.
:D :D :D Sumpah ih baru baca satu kalimat langsung baper. Abis ngajakin putus gitu. Trus aku langsung sedih deh. Oke, aku akan bertahan. ini baru satu bab ... masih ada beberapa bab lagi. awas kalo nggak happy ending, aku bakal nangis.
Buah_Kaktus
Aa, Neng ikhlas klo Aa nikah ma sahabat Neng. Mamah Aa pun lbh suka ma Desi karena suka ngirim2 masakan kan? Neng ikhlas Aa, Aa harus patuh ma orang tua... dadah Aa, mdh2n ada keajaiban selanjutnya.. apa kudu Neng kirim2 masakan juga le mamah Aa? 😁😁
Seru Thor, lajut kuy...
Butuh waktu lama sampai konser selesai, baru Edrick kembali teringat untuk mencari keberadaanku.
Dia menghabiskan banyak tenaga dan uang untuk memberi tahu semua karyawan di perusahaan.
Siapa pun yang bisa menemukanku atau memberikan petunjuk tentangku akan diberi imbalan uang tunai.
Mereka yang bisa membawaku kembali secara langsung bahkan akan diberikan sebuah apartemen di pusat kota.
Aku menyaksikan semua ini dengan perasaan geli, lalu melayang di sisi Edrick dan meniupkan napas dingin di dekat punggungnya.
“Ok, good. Makasih.”
“Kamera baru?”
“Iya. Hasil gambarnya lebih bagus. Jadi besok bawa yang ini aja. Lebih ringan juga.”
Zahra mengambil brosur kuliah di luar negeri di meja dekat lemari. “Oiya, Kamu sudah daftar beasiswa ke mana aja?”
“Belum.”
“Kenapa?”