Istri Galaknya Om CEO
“Karena yang sudah menjadi tandanya itu nggak bisa masuk ke kawasan yang bukan menjadi tandanya. Aku perempuan, Om laki. Mana mungkin Om bisa hamil, sama halnya dong dengan tanwin yang ditaruh di fiil? Jadi, gak usah sok berandai-andai, rela mau gantiin istrinya hamil, lebay tau! Perkara gak mungkin kok diomongin!”
“Hahaha … itu namanya romantis, Sayang!”
Haidar terkekeh dengan obrolannya bersama Ciara. Seribu kita bisa cepat teangkai, jika mereka berdua disatukan. Topiknya mudah muncul, bahkan materi nahwu pesantrennya pun ikut andil. Ciara ikut tersenyum meskipun sembari muntah tak keluar apa-apa.
“Xixixi, lagi pengen galak aja sama njenengan, Om!” Ciara memeluk suaminya.
Sikat na Kabanata