The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)
Merasakan jika suasana hati Bara yang memburuk, Makaila pun terdiam dan mengerucutkan bibirnya.
“Apa kau pikir buku ini lebih menarik daripada diriku?” tanya Bara.
Makaila mengangkat pandangannya dan menatap Bara dengan bingung. Jelas, Makaila ingin menjawab jujur dan menjawab iya. Namun, hal tersebut sama sekali bukanlah pilihan yang terbaik. Kenapa? Karena saat ini Makaila jelas merasakan jika Bara memang tengah marah padanya. Melihat Makaila yang sama sekali tidak memberikan jawaban, Bara tentu saja merasa semakin kesal saja. “Sepertinya, lebih baik aku bakar saja semua novel ini,” ucap Bara sama sekali tidak merasa keberatan untuk membakar semua novel yang ia beli dengan uangnya sendiri,