Undangan
Air mukanya begitu tenang dan percaya diri, perlahan sekali menghampiriku di tepi meja.
“Duduklah...” perintahnya.
Diletakkannya keranjang itu diatas meja sambil sedikit ditata. Meja yang sudah setengah isi menjadi hampir penuh dibuatnya. Sebuah ceret telah mengepulkan asap. Rupanya dibawah ceret itu sebuah tungku kecil yang terbuat dari tanah liat berisi kayu dengan arang yang membara didalamnya. Seketika itu juga bunga-bungaan yang baru dipetiknya dimasukkan kedalam ceret. Tak merasa puas, dia kembali kekebun memetik dedaunan entah apa, kemudian pergi membasuhnya dengan air dan kembali memasukkan daun itu kedalam ceret. Setelah menurutnya cukup, dia mengaduk dan menuangkan isi ceret itu ke
인기 회차