Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi
“Wah, Nathan... kamu ini benar-benar terampil, ya. Gerakan tanganmu saat membuat latte art rapi sekali, mengalahkan barista-barista berpengalaman yang pernah Mama lihat.”
Nathan terkekeh seraya mengusap tangannya dengan kain bersih. “Ah, Ibu bisa saja. Ini hanya masalah kebiasaan saja, Bu. Saya dulu sempat belajar sedikit tentang ilmu sains di balik ekstraksi kopi saat masih kuliah di luar negeri. Jadi ya... sedikit banyak paham bagaimana memperlakukan biji kopi agar rasanya keluar dengan maksimal. Oh iya silahkan cicipi kopinya.”
Nathan memberikan dua gelas Cafe Latte kepada Bimo dan Mayang. Bimo dan Mayang menerima gelas kopinya lalu mencicipinya secara bersamaan.