Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

Edo tersenyum, dia memberikan dua cup coklat panas kepada Violet dan Cintya, “ jangan khawatir…ini rendah lemak dan rendah kalori, produk kami. Baru mau meluncur ke pasaran. Kerjaan bagian marketing.” Violet dan Cintya meminum coklat panas pemberian Edo di bangku kayu panjang depan stand Cintya. Memang lain rasa coklatnya, tidak mual di perut. Violet berkali-kali menghirup aromanya. “Ngomong-ngomong…Mario apa kabar, Vio?” tanya Edo duduk di depan mereka, “ kalian cocok banget pakai jilbab. Cantik. Kenapa gak dari dulu, ya?”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Rahasia Gadis Biasa

Rahasia Gadis Biasa

Mempersilakan Bella untuk mencicipinya dengan gaya seorang pelayan, "Di hari yang dingin ini," Dia mendadak puitis, tatapan matanya juga berubah sayu, "Silakan mencicipi cokelat panas ala kadarnya yang saya buatnya untuk Anda, Tuan Putri." Bella tercengang. A-apa gadis ini benar-benar tahu tentang dirinya?! "Hahaha!" Rain tertawa malu, "Aneh, ya? Aku suka bermain drama-dramaan seperti ini. Maaf kalau membuatmu tidak nyaman."
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Ibu Kosku Genit

Ibu Kosku Genit

Sentuhan itu lembut namun panas, membuat kulit Johan meremang. "Kau tampan, Johan," bisiknya. "Sangat tampan. Aku suka mata cokelatmu, dan rambut hitammu, semuanya." Johan merasa pipinya memanas. Ia tidak tahu harus berkata apa. Pujian Meri membuatnya merasa bingung dan terpesona. Meri mendekatkan wajahnya ke wajah Johan, bibirnya hanya beberapa inci dari bibir Johan.
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
PREDESTINATION

PREDESTINATION

Dan yang lain juga ikut menyerbu karena Brina, Adine, Sheena doyan coklat juga Rachel menoleh sekilas waktu melihat ada dua tangan yang terulur memberikan 3 varian coklat dengan rasa yang sama. Varian white chocolate sesuai dengan kesukaan Rachel. tangan yang memberi coklat itu Dito dan Juna. “Makan ini aja dari aku sama Juna.” Dito mengacak rambut milik Rachel. “Kasian anak nya mama Sella kalo ga di kasih coklat nanti nangis,” ledek Juna.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Terpatahkan

Cinta yang Tak Terpatahkan

Tidak, aku sudah biasa dengan sifatmu yang itu. “Apa kua tahu siapa yang memberikan cokelat ini untukku?” Vallery menginspeksi kotak di atas meja, merk terkenal, merk ini hanya memiliki satu toko yaitu di kota D, dan harganya juga sangat mahal, Hinode Tsuyo yang merupakan kalangan menengah saja masih perlu berpikir dua kali untuk membelinya, belum lagi cara Yui memperlakukan cokelat ini, ia bahkan tidak menyentuhnya seperti takut merusak barang yang sangat berharga. “Aiden?” kepala Yui menoleh dengan sangat cepat. “Bagaimana kau bisa tahu?”
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Pesona Wanita Terkutuk

Pesona Wanita Terkutuk

Rambut coklat pirang, hidung mancung, netra aquamarine diiringi bibir penuh serupa milik Lucia Vez Ignatius. Tubuh tegap dengan tinggi melebihi 170 cm. Dan tangan kokoh yang memegang busur itu melukiskan dirinya. "Ada orang yang ingin bertemu denganmu di arena atas," jelas laki-laki paruh baya berpakaian prajurit itu.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Cinta Habis Tanpa Bekas

Cinta Habis Tanpa Bekas

"Keberhasilan pengembangan obat ini juga berkat Sierra. Usahanya nggak kalah besar dari saya." "Jangan lihat usianya yang masih muda, dia bekerja dengan sangat teliti. Kadang saya merasa dia bukan sekadar mahasiswa saya, tapi lebih seperti rekan seperjuangan." Sierra berdiri di samping Yohan sambil tersipu malu, tampak seperti pasangan yang serasi. Saat aku hendak pergi, tiba-tiba terdengar panggilan, "Kak Inge." "Nggak nyangka kamu juga datang. Kenapa nggak datang menyapa Guru? Apa kamu malu?"
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
TAMBATAN HATI SANG CEO

TAMBATAN HATI SANG CEO

Setelah berpose beberapa kali, mereka melihat hasil fotonya dan tertawa bersama. "Ha-ha-ha. Ini akan jadi kenangan yang indah," ujar Zera sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Farez. Tak lengkap rasanya berkunjung ke Belgia tanpa mencicipi coklat khasnya. Mereka berdua lalu memasuki Maison Pierre Marcolini, salah satu toko coklat terbaik di Brussels. Zera memilih beberapa praline dengan berbagai isian, sementara Farez memesan coklat panas.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Kecantol Cinta Janda

Kecantol Cinta Janda

“Saya juga bukan orang biasa. Saya bisa rebus air cuma pakai tekad.” Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi. Semua menoleh. Melon berdiri cepat. “Siapa malam-malam begini?” Kiwi berdiri juga. “Mungkin saya dikejar karma karena terlalu banyak bercanda.” Jeruk berbisik, “Kalau yang datang mantan Ibu, aku ambil popok lama buat lempar.” Melon menuju pintu dan membuka sedikit. Seorang perempuan muda dengan rambut panjang rapi berdiri di luar pagar sambil membawa map cokelat.
10775 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Cinta Sirna Tanpa Bekas

Cinta Sirna Tanpa Bekas

Aku diam-diam memperhatikan obrolan Jefry dan muridnya dari belakang. Nama kontak yang dia buat untuk Kina adalah Kina Bunny. Aku melihat Kina sedang menanyainya. [Apa kamu berhubungan seks dengan Bu Melda hari ini? Kamu bilang paling menyukai diriku yang manis seperti Bunny. Hari Selasa bukan masa suburnya, bukan?] Ternyata inilah sebabnya Jefry membuat sebutan Kina Bunny.Nggak nyangka dia bahkan memberitahunya soal promil.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai coklat bella
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status