Jangan Seperti Pelangi
Edo tersenyum, dia memberikan dua cup coklat panas kepada Violet dan Cintya, “ jangan khawatir…ini rendah lemak dan rendah kalori, produk kami. Baru mau meluncur ke pasaran. Kerjaan bagian marketing.”
Violet dan Cintya meminum coklat panas pemberian Edo di bangku kayu panjang depan stand Cintya. Memang lain rasa coklatnya, tidak mual di perut. Violet berkali-kali menghirup aromanya.
“Ngomong-ngomong…Mario apa kabar, Vio?” tanya Edo duduk di depan mereka, “ kalian cocok banget pakai jilbab. Cantik. Kenapa gak dari dulu, ya?”
Bab Populer