Kelahiran yang Menghancurkan
Racun dari obat penahan kontraksi itu terus menyedot tenagaku, mencuri hidupku detik demi detik.
Dengan sisa kekuatan terakhir, aku menjerit sekali lagi, putus asa.
Akhirnya, kudengar langkah kaki di luar.
"Tolong aku!" Aku menjerit, suara serak. "Aku terkunci di ruang operasi! Aku mau melahirkan!"
Aku ulangi lagi dan lagi, yakin pertolongan sudah datang.
Tapi suara yang menjawab membuat darahku membeku, penuh kebencian sadis.