Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

tanya Abbas lagi, membuat ekspresi Ardian berubah yang semula tenang menjadi gelisah. “Tidak…” jawabnya berusaha tenang. “Barra Rafeyfa Zayan?” tanya Abbas lagi. Semakin membuat Ardian menampakkan keterkejutannya. “Tidak….” jawabnya dengan nada bergetar. “Kami tahu kau adalah kaki tangan keduanya atau salah satu nya….” ucap Abbas dengan dingin. “Jika sudah tahu, kenapa harus bertanya lagi?” balas Ardian menyembunyikan ketakutannya.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

cibir Beno. ******************************
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

tanya raccel menatap dinar "menurutku ini sangat bagus, besar luas dengan halaman belakang yang dekat dengan laut" ujar dinar menunjuk contoh gambar yang ketiiga sebuah villa dengan kubah besar dan megah, sesuatu berbeda dari yang lainnya "hm kamu benar...ini yang paling bagus, tapi sepertinya ada yang kurang apa yang harus kita ubah?" tanya raccel dinar berfikir sejenak dan menatap keseluruhan gambar
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang. Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
ALARICK

ALARICK

Senyum cerah terukir di bibirnya saat pria itu membaca pesan di ponselnya. “Sialan!” umpat Nerissa. Alarick sontak mengalihkan perhatiannya dan memandang Nerissa yang saat ini sudah beranjak dari tempatnya. Tentu saja umpatan Nerissa tidak di tujukan untuk Alarick, melainkan pada cairan merah segar yang lagi-lagi keluar dari hidungnya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
DERREL

DERREL

Tak lama mobil derrel memasuki perumahan elite Di daerah Pondok Indah Tintin Derrel membunyikan klakson untuk minta dibukakan gerbang. kemudian gerbang dibuka oleh Pak Supriman, penjaga pos satpam yang bekerja pada keluarga Aarav. Sesaat gerbang dibuka Derrel segera memasukan mobilnya lalu memarkirkanya mobilnya. Di halaman rumah Derrel yang luas terdapat berjejer mobil-mobil mewah dilengkapi logo A sebagai simbol keluarga Aarav.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
Project Darah Malaikat

Project Darah Malaikat

Lalu, aku memeluk tangan itu dengan sedih. "Daffar, jadi apa saja yang Kamu ingat ketika kecil?" tanyaku menyelidik, aku mengganti pola pertanyaan. Sekilas apa yang dikatakan Barkiya tentang Daffar diputar ulang dalam benak ini. Bahwa Daffar adalah pangeran kegelapan yang dilimpahi kekuatan Anbar. Jadi, apa yang diingat oleh Pangeran Kegelapan Anbar?
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
BA'DA MAGHRIB

BA'DA MAGHRIB

Suasana hening, tanpa ada aba-aba dari kokokan ayam atau pun suara kicauan burung yang menandakan pagi akan segera tiba. Reihan melantunkan surah pendek dengan baik. Pelafadzannya juga lumayan bagus. Sedangkan Jihan dan Alea mendengarkan dan mengikuti gerakan imam. Mereka bertiga terlihat khusyu saat menjalankan sholat. *** Matahari mulai menampakkan sinarnya. Hari ini Reihan libur bekerja karena harus mendaftarkan Alea ke sekolahnya yang baru. “Alea. Kamu sudah siap kan belajar di sekolah yang baru?” Tanya Reihan. Jihan hanya tersenyum melihat kedekatan antara ayah dan juga anaknya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
ARSHAKA

ARSHAKA

"Terus lo putus sama si angel?" Tanya David yang tiba-tiba saja muncul sambil membawa dua botol air mineral dingin. Arshaka mengambil air mineral yang dibawa oleh David, meneguknya dengan cepat untuk kembali membasahi tenggorokannya hingga jakunnya naik turun dan mengisi energinya sehabis bermain basket. David duduk disamping Arshaka, salah satu sahabat yang sudah menemani Arshaka sejak masih duduk dibangku SMP hingga sekarang mereka berada di kelas 3 SMA.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai dal arab
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status