PURA PURA JADIAN
goda salah satu temanku, Rina, yang juga anggota panitia.
Aku tersenyum kecut. "Iya nih, dia lagi sibuk banget sama latihannya. Jadi jarang ada waktu buat aku."
Rina tertawa kecil. "Ya ampun, jangan drama, deh. Pensi ini kan cuma sekali setahun. Setelah itu, kalian bisa balik lagi ke dunia kalian yang penuh cinta itu."
Aku tertawa kecil mendengar komentarnya, meski di dalam hati masih ada sedikit rasa kesal. Malam harinya, aku mencoba menghubungi Reyhan. Tapi seperti biasa, dia masih di studio latihan.