Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Catatan Detektif Kematian

Catatan Detektif Kematian

Ervin segera membalas, menatap Edith yang kini berbalik dan dalam beberapa saat punggung perempuan itu menghilang di balik pintu kayu kamar Ervin. Setelah kepergian sang kakak, lelaki itu segera membuka salah satu dari surat-surat yang baru saja diberikan oleh perempuan tersebut. Salah satu surat yang paling mencolok di sana, amplop kulit berwarna coklat tua. Tampak begitu misterius namun mencerminkan kesan eksentrik di antara surat-surat yang ada. Tanpa berpikir dua kali, Ervin segera membuka benda itu, mengeluarkan secarik kertas lusuh dari sana sebelum membaca tiap coretan tinta yang tertera pada benda tersebut.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
MISTERI PIANO

MISTERI PIANO

Kehidupan mereka kembali seperti tidak pernah terjadi hal mengerikan di asrama, karena Ronald sudah menghilangkan ingatan itu. Alhamdulillah akhirnya saya sudah menyelesaikan karya pertama saya yang sangat berantakan ini. Terima kasih semuanya sudah berkenan mampir membaca, memberikan like, vote, komen, support & maafkan jika banyak kesalahan di setiap bab yang saya tulis. 🙏🌹❤️
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
Gadis Misterius

Gadis Misterius

Saya tidak akan pulang sebelum meluluhkan hati seorang gadis misterius di desa ini. [ Sepertinya Tuan muda sedang jatuh cinta pada gadis malang itu! ] pesan Danu lagi. Aldo hendak membalas namun, jaringan ponselnya hilang kembali. "Menyebalkan sekali tinggal di desa. Jangankan membuka sosial media, mengirim pesan saja selalu tertunda," gumam Aldo. ***
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu: Kebangkitan Nona Penulis

Perjalanan Waktu: Kebangkitan Nona Penulis

Elizabeth bertanya dengan cepat. Felicity yang juga penasaran pun ikut bertanya, “Kenapa kamu bilang tidak menulis genre misteri, Leen?” Ayleen mendesah, “Bukankah kamu juga tahu kalau aku tidak suka genre itu. Biasanya kalau pun aku menulis cerita pendek juga tentang romansa. Tidak pernah tentang misteri.” Felicity manggut manggut, sementara Elizabeth yang tidak sabar malah berkata, “Hei, mengapa kamu tidak mencobanya dulu?”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
Cinta dan Misteri

Cinta dan Misteri

jelasnya dengan suara setengah berbisik. Ketika mendengar penjelasan Shian, Yenu sangat terkejut ia tidak menyangka bahwa istana yang dijaga ketat tidak menjadi penghalang bagi seorang pembunuh. Ucapan Shian itu juga membuatnya semakin ingin menolak, karena ia bisa menduga ke arah mana kasus tersebut akan bergulir. “Ini bukan kasus yang ringan. Tidak bisa!” tegas Yenu.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

Meskipun dia berkata bahwa genrenya adalah misteri, tapi dengan banyaknya buku misteri yang ada di sini, Aku ragu kami bisa menemukannya dalam waktu yang cepat. “Buku di sini ada banyak sekali macamnya, Aku jadi kesulitan mencari buku itu... belum lagi Aku juga kesulitan membaca buku yang berada di rak atas... meskipun ada tangga kecil yang bisa kita gunakan, tapi Aku terlalu takut untuk menggunakannya... jadi Asraf, bisakah kau membantuku?” Aku menganggukkan kepalaku. “Tentu saja!”
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
DONT CALL ME DADDY!!!

DONT CALL ME DADDY!!!

Ran dengan panik mencari orang-orang itu ke seluruh ruangan, sedangkan kami masih terpukul dengan kejadian tidak pernah terpikirkan oleh kami sebelumnya. Tidak lama setelah itu, kamar apartemen kami didatangi oleh polisi karena mendapatkan laporan dari tetangga adanya ledakan aneh dari kamar. Aku dengan seadanya menyampaikan kalau TV yang belum lama ku beli meledak dengan sendirinya. Polisi itu meminta izin untuk memasuki rumahku, dia terkejut melihat TV ku hancur berkeping-keping. Tidak hanya itu, Ran terlihat panik dan terus mencari sesuatu yang tidak pernah akan keluar sejak awal dari TV yang dihancurkannya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta

Misteri Cinta

Matanya melotot tajam dan wajahnya memerah bahkan sampai ke telinga- telinganya. "Bukan adek gue yang menempelkan surat cinta lo di Mading, Ndo. Apalagi menulis balasan dengan kalimat penuh penghinaan seperti itu. Adek gue bahkan nggak pernah tahu kalau lo menulis surat cinta buat dia. Adek gue masih duduk di kelas 7 Ndo. Dia masih kecil. Dennis, temen sekelas Ochi yang melakukannya. Dia meminjam buku Ochi. Buku dimana lo selipin surat lo di dalamnya. Adek gue baru tahu setelah surat lo nangkring di Mading. Sekarang lo kan udah jadi polisi. Harusnya lo paham dengan yang namanya azas praduga tak bersalah. Bukan cuma menarik kesimpulan sepihak yang hanya berdasarkan asumsi lo belaka. Itu konyo
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
Laki-Laki Misterius

Laki-Laki Misterius

Ketika aku memikirkan kembali rencanaku besok pagi, aku bisa memikirkannya dengan lebih tenang. Meski aku yakin bahwa ada sesuatu yang mencurigakan dengan laki-laki misterius itu, tapi selain kecurigaanku, tak ada bukti yang cukup kuat. Bapak tua itu meningggal dalam sebuah kasus kecelakaan lalu lintas. Tak ada unsur kriminal di sana. Bahkan kalaupun terbukti, laki-laki misterius itu menyamar, apa ada hukum yang melarang orang untuk menyamar?
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai don't call it mystery
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status