여기 dua puluh와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 dua puluh와 같은 이야기는 Romansa, Rumah Tangga 및 Urban 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Dua Wajah Satu Cerita부터 시작해보세요!
Dua penjaga keamanan berpostur kekar siap sedia di gerbang, memberikan kesan bahwa mereka siap menghadapi setiap kemungkinan penyusup.
Helena menggeleng-gelengkan kepala, membayangkan betapa mahal dan mewahnya rumah-rumah di sana. Berapa biaya listrik untuk tiap bulannya? Helena sejenak melupakan dirinya yang juga anak orang kaya. Dan fakta bahwa sahabatnya sekarang tinggal di sana bersama atasan membuatnya semakin kagum.
"Kamu berhasil memikatnya begitu cepat," kata Helena setelah menyesap minumannya. Dia mengedipkan mata kepada Melva.
Ariana berdiri tegak, gaun megah itu masih dikenakannya dengan anggun. Iris mata biru itu nanar melihat jauh ke sana. Pesta anniversary kawin mutiara orang tuanya itu baru selesai digelar, kerasukan setan apa kedua orang tuanya tiba-tiba berkata seperti itu. Ini benar-benar pilihan sulit, dirinya bahkan baru 22 tahun, kenapa sudah harus menikah begini.
Jawab nur sambil mengusap punggung tangan nya.
Wanita berumur 21 tahun dengan tinggi hampir menyamai nur menatap nur dengan wajah harap harap cemas. "Nanti kalau si Rizal sudah nggak nangisin tongkat mbak, nanti aku anterin ke pesantren."
Dua hari menjadi tawanan Richard membuat hidupnya dalam kesengsaraan.
"Apa kau yakin, Mark? Ini bukan jumlah sedikit untuk seorang gadis kampung sepertinya. Entah dia benar-benar masih perawan atau justru telah ditiduri oleh banyak pria sebelumnya." Richard tak menyangka bila Mark rela menembus Maria dengan jumlah fantastis.
Tak tanggung-tanggung, angka dua belas digit menjadi saksi bisu transaksi hari itu.
Rasa ingin tahu Hilda meledak.
“Seingatku, terakhir kali aku melihatnya… Yah, 20 tahun yang lalu.” Adam menjawab, acuh tak acuh.
Lagian, hal itu bukanlah sesuatu yang penting baginya.
Mata Hilda langsung terbelalak.
“Serius? Kamu tidak bercanda kan?”
Ia tahu, melawan tidak akan ada gunanya.
Setelah Raina keluar dari ruangan Arjuna, ia segera menghampiri Lia. "Bu Lia, apa benar saya akan pergi ke Surabaya selama dua minggu?"
Lia mengangguk. "Benar, Raina. Bapak Arjuna sudah mengkonfirmasi jadwal itu."
"Dan... apartemen khusus? Kenapa bukan hotel?"
Meskipun umur semakin bertambah, tapi kadar kemesraan hubungan pernikahan mereka tak menurun malah semakin meningkat seiring berjalannya waktu.
Pras berdoa di dalam hatinya jika suatu saat nanti Tuhan mempercayakan padanya untuk memulai suatu hubungan pernikahan yang kedua kalinya. Maka Pras ingin hubungan pernikahannya kelak awet seperti orang tuanya sampai mereka menua.
******
Siang harinya....
"Kami pamit pulang," ucap Pras pada kedua orang tuanya.
Bu Mala dan Pak Burhan mengangguk seraya kompak menjawab. "Hati-hati nak."
Jantung gadis itu seketika berdegup kencang, sementara jari-jarinya mulai dingin.
"Iya, doakan saja secepatnya."
"Tapi, Tek, apa enggak terlalu mendadak?"
Nuraida menggeleng pelan. "Makin cepat makin baik. Umur Udamu itu sudah kepala tiga. Lagipula Salwa sudah menikah. Jadi, enggak ada tanggungan lagi."