Kala Kabut Membuyar
Di saat kami menerima surat nikah, aku meletakkan buku nikah di samping hidangan makan malam dengan cahaya lilin, bersiap memotretnya untuk diunggah ke Instagram.
Tiba-tiba Juando berkata,
"Surat nikah itu palsu."
Aku tertegun.
Dari ponselnya terdengar suara seorang wanita berseru,
"Halo! Kenapa kamu kasih tahu dia secepat ini! Jadi nggak seru lagi!"
Juando mengernyit bosan.
"Dia sebodoh itu, sampai sekarang saja belum sadar. Masih perlu lanjut sandiwara?"
"Anggap saja kamu menang taruhan, puas sekarang, Nona Evelyn."
Namun, postingan Instagram-ku sudah terlanjur terkirim.
Semua orang mengucapkan selamat karena kisah cinta tujuh tahunku dengan Juando akhirnya berakhir di pelaminan.
Wanita di