Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Manda pun sangat ekspresif, erangannya terdengar begitu nyata, dan ekspresi wajahnya menunjukkan kenikmatan yang begitu murni.
Aku merasa pusing, bukan pusing yang serius, melainkan pening karena harus menahan nafsu yang menggebu-gebu di dalam diriku. Nafas mereka masih memburu. Tubuh mereka masih basah oleh keringat, dan mereka tak juga segera berpakaian. Mereka hanya berbaring di sofa, saling memeluk, menikmati sisa-sisa euforia yang baru saja mereka ciptakan.
Aku merasa tak tahan lagi. Kepalaku terasa berat, dan tubuhku menegang. Aku harus pergi, aku harus pulang. Ini sudah terlalu jauh.