Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah
Wisdankisah untuk dindakisah cinta jadinepercakapan zainudin dan hayatidialog zainudin dan hayati
Di balik kilauannya, Cindi tahu cinta itu sudah busuk dan mati.
Meski menyakitkan dan berat, Dia bukan tipe orang yang larut dalam masa lalu.
Dia selalu bisa berjalan ke depan dan tidak akan menoleh ke belakang.
Beban berat yang selama ini menindihnya, perlahan mulai terangkat dan dibawa pergi oleh angin laut dan ombak.
“Terima kasih,” katanya. Hanya dua kata, tapi terasa seberat gunung.
Beliebte Kapitel