Selubung Memori
“Aku, aku juga mau main sama Ibu. Kenapa, sih, Ibu harus selalu masak buat semua orang? Mereka memang tidak bisa masak sendiri, ya?”
Ibu menatap anak itu penuh perasaan sedih. Dia langsung mengusap kepala anak itu. “Maafkan Ibu, Sayang. Padahal Ibu sudah janji bakal berhenti, tapi sulit berhenti dari pekerjaan. Semua orang juga bekerja. Bibi juga bekerja, jadi—”
“Kalau begitu, biarkan aku kerja sama Ibu juga,” protesnya.
Bab Populer