分享

Bab 3

作者: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-04 13:29:56

“Apa kau kerasukan setan?”

Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.

“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”

Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.

Langkahnya berhenti tepat di depan sang ratu.

“Apa sekarang kau ingin membuatku terlihat seperti kaisar yang tidak berperasaan?” tanyanya dingin.

Laticia mengangkat wajahnya sedikit. Tatapannya bertemu dengan mata biru milik lelaki itu yang dulu selalu ia kejar ke mana pun.

“Bukankah sejak awal Anda memang ingin menceraikan saya?” balasnya tenang.

Carsein mengernyit samar. Untuk sesaat wajahnya terlihat tidak senang mendengar jawaban itu.

“Kau bahkan bicara seperti ini tanpa memikirkan anak di dalam perutmu.”

Deg.

Tubuh Laticia langsung menegang. Matanya perlahan membesar sebelum ia menatap Carsein dengan tatapan sulit dipercaya.

“Anda tahu saya hamil?”

Carsein terlihat kesal sesaat lalu menoleh ke arah Bill yang berdiri tidak jauh di belakangnya.

“Asistenku terlalu sering ikut campur,” ucapnya dingin.

Bill langsung menundukkan kepala tanpa berani bicara.

Sementara Laticia hanya diam. Dadanya terasa sesak.

Bagaimana ia tahu sementara selama ini Carsein mengabaikan dirinya bersama anak mereka?

“Berhenti membuat masalah hanya untuk menarik perhatianku, Lati,” lanjut Carsein. “Itu tidak cocok untukmu.”

Tatapan Laticia perlahan meredup.

Dulu ucapan seperti itu akan membuatnya menangis semalaman. Ia akan berusaha menjelaskan dirinya dan memohon agar Carsein kembali memperhatikannya.

Namun sekarang tidak lagi. Setelah mengatakan itu Carsein langsung berbalik seolah pembicaraan mereka sudah selesai.

“Yang Mulia.”

Langkah Carsein berhenti.

“Jika perceraian diajukan sekarang, maka setelah anak ini lahir kita akan resmi bercerai.”

Suasana kembali hening.

Carsein tidak berbalik. Ia hanya berdiri diam beberapa detik sebelum akhirnya menjawab dengan nada dingin.

“Berhentilah mengatakan omong kosong, Lati.” Nada suaranya terdengar penuh rasa lelah. “Aku tidak punya waktu untuk meladenimu.”

Setelah itu ia kembali berjalan.

Tangannya terulur menarik Pricilla mendekat ke sisinya dengan hati-hati, seolah wanita itu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Pricilla tersenyum kecil penuh kemenangan kearah Laticia.

Laticia hanya berdiri diam sambil melihat keduanya berjalan bersama.

Perlahan tangan Laticia bergerak memegang perutnya. Dadanya masih terasa sesak setelah melihat Carsein pergi bersama Pricilla tanpa sedikit pun menoleh ke arahnya lagi.

Tatapan wanita itu perlahan menunduk.

Lucu sekali.

Dirinya adalah istri sah sekaligus ratu kekaisaran, tetapi di depan seluruh pelayan dan bangsawan istana, Carsein sama sekali tidak berusaha menjaga harga dirinya.

Seolah mempermalukannya di depan semua orang bukanlah sesuatu yang penting.

Laticia menghela napas pelan lalu berniat melangkah pergi dari tempat itu. Ia sudah terlalu lelah untuk terus berdiri di sana.

Namun langkahnya terhenti sebab seseorang berdiri tidak jauh di depannya. Tubuh Laticia langsung menegang sesaat dan tatapannya perlahan terangkat menatap lelaki itu.

Grand Duke Lereg Ruediger Ascham de Rudwik.

Saudara satu ayah Carsein sekaligus pria yang memiliki hak atas suksesi tahta tepat di bawah sang kaisar.

Lelaki itu berdiri tenang dengan mantel hitam panjang yang masih dipenuhi debu perjalanan. Rambut hitamnya tersisir rapi ke belakang, sementara mata birunya menatap lurus ke arah Laticia dengan tatapan yang sulit dibaca.

Dan hanya dengan melihat pria itu saja jantung Laticia mulai berdetak tidak tenang.

Tubuhnya sedikit gemetar. Tatapan Laticia sedikit goyah.

“Ratu.”

Suara rendah Lereg membuat Laticia kembali tersadar dari pikirannya. Pria itu melangkah mendekat beberapa langkah sebelum berhenti dengan jarak yang masih sopan.

“Saya datang selama tiga hari,” ucapnya tenang, “tetapi Anda terus menolak bertemu dengan saya.”

Laticia menatapnya cukup lama tanpa bicara. Suara itu masih sama seperti yang ia ingat.

“Aku sedang sakit,” jawab Laticia akhirnya pelan.

Tatapan Lereg tidak berubah sedikit pun.

“Saya pikir,” ucapnya lirih, “Anda memang tidak ingin bertemu dengan saya.”

Laticia langsung mengalihkan pandangannya. Sulit rasanya menatap lelaki itu terlalu lama.

Laticia perlahan menarik napas sebelum kembali bicara.

“Bagaimana jika kita berbicara di ruang kerja saya, Grand Duke?”

Untuk sesaat Lereg hanya diam menatapnya sebelum akhirnya mengangguk pelan.

“Tentu.”

Laticia langsung berbalik tanpa mengatakan apa pun lagi lalu mulai berjalan memasuki istana.

Sementara di belakangnya, Lereg berjalan mengikuti sang ratu tanpa banyak bicara.

Para pelayan dan dayang Laticia juga buru-buru bergerak mengikuti mereka berdua, meski beberapa di antara mereka diam-diam saling bertukar pandang.

Bagaimanapun juga pertemuan antara sang ratu dan Grand Duke Rudwik selalu menjadi bahan pembicaraan di dalam istana.

.

.

“Prang!”

Suara pecahan cangkir menggema di dalam ruangan kerja sang ratu.

Laticia menahan napas sesaat saat melihat teh hangat tumpah membasahi tangan Grand Duke Lereg. Pecahan porselen berserakan di atas meja, sementara beberapa tetes teh jatuh ke lantai marmer yang dingin.

Lereg memejamkan matanya pelan, jelas sedang berusaha menahan emosinya. Rahangnya mengeras begitu kuat hingga urat di lehernya terlihat samar.

Sementara di hadapannya, Laticia hanya duduk diam dengan tenang sambil memegang perutnya.

“Yang Mulia Kaisar sekali lagi menolak,” ucapnya pelan, membuat suasana terasa semakin berat.

Lereg membuka matanya perlahan. Tatapan birunya tampak jauh lebih dingin dibanding sebelumnya.

Sejak tadi mereka membahas kondisi wilayah utara yang mulai kacau akibat pajak baru yang ditetapkan Carsein. Banyak bangsawan mulai tidak puas, rakyat kelaparan, dan para kesatria perbatasan kekurangan bantuan.

Namun sang kaisar tetap menolak menarik kembali kebijakannya.

Karena semua emas kekaisaran sekarang lebih banyak digunakan untuk membangun istana baru bagi Pricilla.

Laticia menatap tangan Lereg yang terluka akibat pecahan cangkir sebelum perlahan mendorong kotak tisu ke arahnya.

“Grand Duke,” ucapnya tenang, “tangan Anda berdarah.”

Lereg tidak langsung bergerak, tatapannya masih dingin dan penuh tekanan.

“Apakah dia tidak memikirkan rakyatnya sendiri?” tanya lelaki itu akhirnya dengan suara rendah.

Laticia tersenyum kecil.

“Kaisar hanya memikirkan dirinya sendiri.”

Lereg langsung menatapnya.

“Apa gunanya Anda menjadi ratu jika Anda tidak bisa menghentikannya?” tanya Lereg tajam.

Laticia menundukkan pandangannya sesaat sebelum kembali bicara dengan tenang.

“Aku tidak bisa memaksanya.”

Lereg menatapnya dalam diam.

Siapa pun ia tidak pernah bisa menghentikan Carsein melakukan apa pun yang diinginkannya. Tidak peduli seberapa keras dirinya mencoba.

“Bahkan Anda juga tidak bisa,” lanjut Laticia pelan.

Rahang Lereg langsung mengeras.

Laticia bisa melihat dengan jelas bagaimana lelaki itu menahan emosinya. Jemarinya perlahan mengepal di atas meja, sementara tatapannya berubah semakin gelap.

Selama ini Lereg selalu menjadi bayangan Carsein. Sehebat apa pun dirinya, tetap saja seluruh kekuasaan berada di tangan sang kaisar.

“Satu-satunya cara untuk melawan kaisar…”

Tatapan Lereg perlahan terangkat ke arahnya.

"Adalah dengan menurunkannya dari tahta.”

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 162

    Laticia menatap Lereg yang terlihat bersungguh-sungguh."Aku akan menunggu sampai hari ketika kau percaya bahwa kau tidak lagi harus memikul semua beban itu seorang diri. Sampai hari ketika kau mampu memberikan apa yang menurutmu belum bisa kau berikan kepadaku."Laticia menggigit pelan bibir bawahnya.Dadanya kembali dipenuhi rasa sesak yang kali ini bukan berasal dari kesedihan, melainkan dari kehangatan yang perlahan memenuhi ruang kosong di dalam hatinya.Lereg mengangkat tangan yang lain, mengusap perlahan pipi perempuan itu dengan ujung jarinya. Tatapannya tidak pernah berubah. Tetap setenang dan seyakin saat pertama kali ia mengutarakan isi hatinya."Karena bagiku..." Ia tersenyum tipis. "Tidak pernah ada pilihan lain, Laticia. Sejak dahulu hingga sekarang hanya kau yang aku inginkan."Bukan karena ia seorang ratu. Bukan karena darah bangsawan yang mengalir dalam dirinya. Bukan pula karena kedudukan atau kekuasaan yang dimiliki Laticia.Lereg menginginkannya karena ia adalah La

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 161

    Keheningan kembali menyelimuti langkah mereka. Angin malam berembus pelan, membawa aroma pinus dan salju yang memenuhi udara Utara. Cahaya bulan yang menggantung tinggi di langit memantulkan warna keperakan di atas jalan batu yang mereka lalui, sementara suara pesta kini hanya terdengar samar dari kejauhan.Laticia menundukkan pandangannya. Entah mengapa, setelah mendengar penolakan Lereg yang begitu tegas kepada Lady Eleanor, hatinya justru terasa semakin berat.Selama bertahun-tahun, ia hanya mengenal hubungan yang dipenuhi tuntutan, pengorbanan, dan kekecewaan. Karena itu, setiap kali Lereg memperlakukannya dengan begitu tulus, selalu ada bagian kecil dalam dirinya yang bertanya apakah ia benar-benar pantas menerima semua itu.Ia menghela napas pelan lalu kembali menatap Lereg."Lereg..."Grand Duke Rudwick itu menoleh tanpa menghentikan langkahnya."Ada apa?"Laticia tersenyum tipis, tetapi senyum itu tidak sampai ke matanya."Aku rasa..." Ia berhenti sejenak, seolah sedang memili

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 160

    Mereka meninggalkan aula perjamuan dengan langkah yang tenang. Suara musik dan tawa para bangsawan perlahan memudar di belakang mereka, berganti dengan udara malam yang dingin dan hembusan angin khas Utara yang menyapu pelataran kastil. Cahaya obor yang berjajar di sepanjang koridor batu memantulkan bayangan keduanya yang berjalan berdampingan, menciptakan suasana yang jauh lebih damai dibandingkan hiruk pikuk pesta yang baru saja mereka tinggalkan.Selama beberapa saat tidak ada percakapan di antara mereka.Laticia hanya berjalan sambil sesekali melirik lelaki di sampingnya. Wajah Lereg kembali datar seperti biasa, seolah kejadian beberapa saat yang lalu hanyalah percakapan kecil yang tidak layak diingat. Sikap itu justru membuat sudut bibir Laticia perlahan terangkat.Tawa kecil akhirnya lolos dari bibirnya. Suara itu membuat Lereg menoleh. Tatapannya dipenuhi tanda tanya."Ada yang lucu?"Laticia menggeleng pelan, meski senyum di wajahnya belum juga menghilang."Aku hanya sedang be

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 159

    Laticia tetap berdiri di sisi Lereg dengan tenang. Senyum anggun yang sejak awal menghiasi wajahnya tidak berubah sedikit pun, seolah percakapan yang sedang berlangsung sama sekali tidak memengaruhi suasana hatinya. Namun sebagai seorang wanita, ia dapat dengan mudah menangkap maksud yang tersembunyi di balik setiap ucapan Lady Eleanor.Tidak ada satu pun kalimat yang terdengar terang-terangan menggoda, itulah yang membuatnya terasa begitu jelas.Cara Eleanor memandang Lereg lebih lama dari seharusnya, senyum yang selalu mengembang setiap kali lelaki itu berbicara, hingga gerakan kecil merapikan rambutnya seolah tanpa sadar... semuanya menunjukkan bahwa perhatian wanita itu bukan sekadar rasa hormat kepada seorang Grand Duke.Laticia hanya mengembuskan napas pelan.Ia tidak menyela.Tidak pula menunjukkan ketidaksukaannya. Namun Lereg yang berdiri di sampingnya justru mulai merasa gelisah. Sesekali ia melirik ke arah Laticia, berharap menemukan sesuatu pada wajah perempuan itu. Sayang

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 158

    Jawaban Lereg begitu singkat, tetapi terdengar mantap. Ia mengambil segelas minuman dari nampan pelayan, kemudian berdiri di samping Laticia sambil memandang para tamu yang masih memenuhi aula."Orang-orang selalu membutuhkan sesuatu untuk dibicarakan. Kalau bukan tentang politik, mereka akan membicarakan keluarga bangsawan. Kalau bukan tentang perang, mereka akan membicarakan kehidupan pribadi orang lain."Ia mengangkat bahu kecil."Rumor hanya akan berhenti ketika mereka menemukan korban berikutnya."Laticia memperhatikan wajahnya beberapa saat."Jadi kau benar-benar tidak keberatan?"Lereg menoleh dan menatap mata Laticia secara langsung."Aku lebih khawatir padamu daripada pada diriku sendiri."Jawabannya begitu jujur hingga membuat Laticia sedikit terdiam. Lereg melanjutkan dengan senyum tipis yang hampir tidak terlihat."Aku sudah hidup dengan berbagai macam gosip sejak kecil. Hanya karena aku lahir sebagai anak haram, orang-orang sudah menciptakan ratusan cerita tentangku. Aku

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 157

    "Aku mendengar percakapan kalian."Nada suaranya begitu lembut hingga nyaris terdengar seperti bisikan. Namun justru kelembutan itulah yang membuat jantung para wanita itu berdegup semakin kencang.Laticia perlahan berbalik menghadap mereka. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya, tetapi sorot matanya tetap tenang, sulit ditebak apakah ia sedang marah atau justru tidak peduli sama sekali."Aku hanya ingin memastikan satu hal," ujarnya pelan. "Menurut kalian, apakah setiap pria yang memperlakukan seorang wanita dengan hormat pasti sedang jatuh cinta kepadanya? Ataukah setiap wanita yang menerima penghormatan itu otomatis dianggap sedang menggoda?"Tak ada jawaban.Para wanita itu saling melirik dengan gelisah. Laticia melanjutkan tanpa meninggikan nada bicaranya."Grand Duke Rudwick adalah penguasa wilayah ini. Aku datang sebagai tamunya sekaligus tamu kehormatan bagi seluruh bangsawan Utara. Sudah menjadi kewajibannya memastikan aku diperlakukan dengan baik selama berada di wilayahnya.

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 49

    Carsein menghela napas panjang pelan seolah sedang menahan kesabarannya sendiri. Tatapan matanya tetap tertuju pada Laticia yang berdiri tidak jauh dari pintu dengan ekspresi tenang seperti biasa.“Apakah sekarang kau senang memperbesar masalah?” Nada suaranya rendah, namun cukup membuat seluruh ru

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 43

    Semua orang terdiam setelah mendengar jawaban Laticia sebelumnya. Tidak ada yang menyangka sang ratu akan menanggapi penolakan itu dengan begitu tenang, seolah semua hal yang terjadi hanyalah bagian biasa dari hidupnya di dalam istana.Dan justru ketenangan itu terasa jauh lebih menekan dibanding k

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 37

    Suasana di sekitar mereka langsung berubah canggung begitu nama Grand Duke Lereg disebutkan.Beberapa bangsawan yang berdiri tidak jauh dari sana saling melirik kecil sambil berpura-pura tetap melanjutkan percakapan masing-masing. Bahkan seorang viscount tua buru-buru meneguk wine-nya terlalu cepat

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 67

    Lereg menatap Laticia cukup lama tanpa mengatakan apa pun, sorot matanya terlihat semakin dalam dan sulit ditebak. Namun di balik ketenangan tersebut, pikirannya jelas terus bergerak.Ia akhirnya mulai memahami semuanya.Memahami mengapa Laticia berubah sejauh ini. Memahami kenapa wanita yang dulu

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status