Pria Alfiyah
jawab Iklil sopan.
"Hah? dari Jerman? siapa? suruh masuk saja," Kyai Kholil sangat penasaran.
Iklil keluar, memanggil laki-laki itu. Saat laki-laki itu masuk, kyai Kholil dan nyai Fatimah terpaku. Meneteskan air mata kebahagiaan, melihat anaknya sudah tumbuh dewasa. Gus Rayhan, laki-laki itu adalah Gus, anaknya kyai Kholil. Gus Rayhan tinggal di Jerman bersama Pamannya sejak kecil, sejak berumur enam tahun. Kyai Kholil dan nyai Fatimah belum bertemu lagi dengan Rayhan secara langsung. Sesekali, mereka berbincang lewat telephone. Adiknya kyai Kholil--Pamannya Rayhan, selalu mengirimkan foto-foto Rayhan saat di Jerman, sebagai pengobat rindu sang Abah dan Umi.
Bab Populer